Fakta-Fakta Tentang BJ Habibie dan Pola Asuh Keluarga

  • Admin Disdikpora
  • 16 September 2019
  • Dibaca: 1010 Pengunjung

Prof. DR. H. Baharuddin Jusuf Habibie Dipl. Eng, adalah Presiden Indonesia ke-3 Presiden RI ke-3 periode 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999.Sebelumnya pernah menjabat wakil presiden, Menteri Riset dan Teknologi serta berbagai jabatan strategis lainnya semasa pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, yang paling fenomenal adalah kejeniusannya dalam bidang teknologi penerbangan sehingga ia memperoleh gelar doktor di Jerman.

Bagaimana kisahnya, atau tepatnya pola asuh yang diterapkan keluarganya hingga BJ Habibie bisa mencapai prestasi yang jarang dimiliki masyarakat Indonesia itu :

 

- Sejak bayi, ayahnya, Alwi Abdul Djalil Habibie, sering membacakan satu hingga dua juz Al-Qur’an untuk menenangkan Rudy, nama kecil BJ Habibie, yang selalu rewel. "Mendengar ayah saya baca Qur’an, saya diam. Tapi saya rasa saya diam bukan karena mengerti bahwa itu ayat suci, tapi indera pendengaran saya bertanya-tanya suara apa itu. Lalu kakak saya cerita, sejak usia tiga tahun saya sudah pandai baca Qur’an," kata Habibie seperti dimuat di buku biografinya “Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner” yang ditulis Oleh Gina S Noer dan diterbitkan tahun 2015.

 

- Saat berusia 2-3 tahun, Rudy adalah anak yang selalu ingin tahu segala sesuatu dan cerewet menanyakan segala sesuatu yang ditemui dan dilihat pada ayahnya. Ayahnya tidak kesal dengan pertanyaan Rudy tersebut, tapi menjawabnya dengan serius. Ia tak menjawab dengan jawaban yang sederhana, tetapi menjawabnya dengan serius tapi dengan cara yang sesederhana mungkin sehingga anak kecil pun tahu. Melalui cara Alwi tersebut, Rudy tumbuh menjadi manusia yang gemar mencari setiap masalah dan menemukan solusinya, termasuk dalam teknologi kedirgataraan yang membuatnya menjadi pakar ilmu penerbangan yang terkenal di dunia.

 

- Ayahnya mengajarkan membaca agar Rudy bisa mencari jawabannya melalui buku-buku. Ayahnya pun membeli bermacam-macam buku untuk dibaca Rudy. Hasilnya, usia 4 tahun, Rudy sudah lancar membaca dan rajin melahap buku-buku yang disediakan ayahnya.

 

Sejak usia empat tahun, buku menjadi cinta pertama Rudy dan membaca menjadi bagian hidupnya. Rudy membaca buku apa saja, mulai ensiklopedia sampai buku cerita. Buku-buku karya Leonardo Da Vinci dan buku fiksi ilmiah karya Jules Verne menjadi buku-buku favorit Rudy.

 

Rudy pun senang sekali membuka buku-buku dalam bahasa Belanda. Setiap menemukan kata-kata yang sulit dan tak dipahami, Rudy tak segan bertanya pada orang tuanya sehingga akhirnya orang tuanya membelikan kamus Indonesia-Belanda sehingga bisa belajar sendiri.

 

- Kegemarannya membaca ini membuat Rudy jadi terus mengurung diri di kamar dan harus dipaksa untuk keluar. Rudy juga menjadi anak yang gagap karena tidak terbiasa berbicara dengan orang di luar rumah. Ayah Rudy adalah seorang petani dan sosok pekerja keras yang pendiam, selalu dapat menjadi contoh bagi seluruh anak –anaknya, menanamkan kepada anaknya untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak.

 

- Ibu Rudy, Tuti MariniPuspowardojo, adalah sosok ibu tangguh yang dengan sengenap hati, seorang diri mencurahkan semua kemampuannya untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi seorang ilmuwan hebat.

 

- Didorong rasa percaya yang tinggi seorang ibu kepada anaknya membuat Ibunda BJ. Habibie menjual seluruh hartanya untuk pindah ke Bandung. Hal ini semata-mata dilakukan untuk membiayai pendidikan Habibie dan seluruh saudaranya. 

 

BJ Habibie mengakui saat kecil tak kepikiran sama sekali bakal jadi menteri bahkan presiden. "Orang tua saya pun dulu tak ada kepikiran saya akan menjadi saya yang sekarang. Saya cuma belajar yang benar dan baik. Dulu waktu saya usia 6 tahun saya cuma buat pesawat dari kertas," kata BJ Habibie.

- Menurut Habibie, semua ilmu yang dimilikinya berasal dari sang Pencipta. "Itu semua kuasa Allah"

 

BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun, membebaskan anak-anak untuk berani bertanya tentang hal yang tidak diketahuinya. Ainun akan memberikan jawaban jika ia mampu atau ia akan meminta Habibie jika tidak mampu. Ainun sadar kalau anak-anak sejak kecil harus dibangun keingintahuan dan kreatifitasnya.

 

- BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun, juga membiasakan anaknya hidup sederhana. Uang jajan diberikan pas untuk satu minggu. Dengan demikian si anak memiliki kebebasan untuk memilih jajanan yang mereka sukai, dan mengelola uang mereka sendiri. Hasilnya, Ilham dan Thareq tumbuh sebagai anak yang menghargai kesederhanaan. Pernah mereka harus bolak-balik dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan harga yang pas sebelum membeli suatu barang.

 

- BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun,membiasakan mereka mengemukakan pendapat dengan mengajak mereka berdiskusi di rumah. Menurut Ainun, jika anak-anak berani mengeluarkan pendapat, artinya mereka sedang belajar dalam hidupnya.Yanuar Jatnika / Sumber : Buku biografinya “Rudy: Kisah Masa Muda Sang Visioner”(2015).

Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/?r=tpost/xview&id=249900555

Share Post :