7 Kecerdasan pada Anak (2).

  • Admin Disdikpora
  • 12 Maret 2019
  • Dibaca: 55 Pengunjung

Menstimulasi dan memberi ’panggung’ adalah sebagian langkah dalam mengarahkan masa depan anak. Namun sebelumnya orangtua harus mengamati kecerdasan yang dimiliki anak dan memastikan tumbuh kembangnya baik sejak lahir.

Untuk menstimulai dan memberi ’panggung’ orangtua harus tahu benar jenis kecerdasan anak. Bila salah mengamati, maka salah pula arah yang diberikan. Hasilnya akan jauh dari yang diharapkan.

Sebagai panduan, Howard Gardner menyebut ada 7 kecerdasan yang dimiliki anak. Meliputi:   

1.Kecerdasan linguistik (bahasa)

Berkaitan dengan kemampuan anak berbahasa atau berkomunikasi, baik dengan berbicara maupun menulis.

2.Kecerdasan musikal

Inilah kecerdasan yang paling mudah dilihat. Cirinya antara lain, anak suka bernyanyi, menggoyangkan badan atau menari ketika mendengar musik, atau suka memukul-mukul, dan bermain benda tertentu layaknya alat musik.

 

3.Kecerdasan logika atau matematis

Bisa dilihat dari ketertarikan anak pada angka-angka, menyukai matematika dan sains atau hal-hal yang berhubungan dengan logika.

4.Kecerdasan spasial

Yakni kecerdasan membaca ruang. Pastikan dari lahir anak melewati seluruh tahap perkembangan, misal dari duduk, merangkak, dan seterusnya.

”Ketika merangkak, anak akan bertemu berbagai penghalang seperti dinding, kursi, dan sebagainya. Ini melatih anak membaca ruang. Anak saya Adam melompati tahap ini. Terbukti sekarang kemampuan spasialnya agak kurang. Kalau menyetir mobil misalnya kesulitan memperkirakan jarak, melihat kiri dia pikir masih jauh padahal sudah dekat,” ungkap Bunda Lisa.

5.Kecerdasan kinetik

Anak yang memiliki kecerdasan kinetik pada umumnya sangat aktif. Suka menari, olahraga, dan sebagainya.

6.Kecerdasan interpersonal

Ini menyangkut kemampuan anak bersosialisasi. Misalnya anak suka bermain dengan banyak teman, serta memiliki empati.

7.Kecerdasan intrapersonal

Adalah kecerdasan memahami diri.

 

Dengan panduan di atas, orang tua dapat mengamati kecerdasan mana kira-kira yang lebih kuat pada buah hatinya. Kalau lebih menonjol pada logika matematika atau berhitung misalnya, dapat diasah dengan les khusus. Jika senang musik atau bernyanyi misalnya, maka bisa dikenalkan dan difasilitasi dengan kursus terkait. Kristina Rahayu Lestari – Ibu Rumah Tangga, Mantan Jurnalis. Foto: Fuji Rachman

Share Post :