Lomba Makan Kerupuk, Apa Manfaatnya?

  • Admin Disdikpora
  • 26 Agustus 2019
  • Dibaca: 1655 Pengunjung

Dalam perayaan hari Kemerdekaan RI seperti sekarang ini hiruk-pikuk warga masayarakat di manapun begitu terasa. Berbagai kegiatan untuk memeriahkan perayaan tersebut dilakukan baik di kota maupun di desa. Euforianya terasa begitu membara sejak memasuki bulan Agustus. Satu hal yang menjadi ciri khas adalah kegiatan lomba. Lomba yang ditujukan untuk memeriahkan kegiatan itu tampaknya tak pernah bisa ditinggalkan. Baik lomba yang yang bersifat serius maupun yang hanya bersifat permainan saja. Lomba-lomba itu melibatkan kelompok orangtua, dewasa, hingga anak-anak..

Lomba bagi anak-anak umumnya bersifat permainan yang sangat meriah. Semacam balap karung, makan kerupuk, pukul air, membawa kelereng dengan sendok, tarik tambang, dan lainnya. Semua sangat identik dengan perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Memang sangat sederhana dan terkesan hanya itu-itu saja. Sehingga ada sebagian orang menganggap lomba tersebut tak bermanfaat. Bahkan ada orang yang bertanya: Apa sih manfaatnya lomba makan kerupuk? Pertanyaan terlontar karena mungkin orang tersebut tak memahami esensinya. Ada ketidakpahaman akan hakikat lomba yang sesungguhnya. Meskipun lomba-lomba tersebut sekilas tak bermanfaat namun sesungguhnya ada hal penting yang bagus untuk anak-anak kita. Selain berfungsi untuk memupuk rasa cinta tanah air, patriotisme, dan nasionalis, masih banyak manfaat lainnya. Ada banyak manfaat sepanjang orangtua mampu memanfaatkan momen tersebut bagi anak-anak. Berikut manfaatnya 

Anak-anak akan menghargai arti sebuah perjuangan

Ada beberpa cabang lomba permainan yang sesungguhnya mampu menumbuhkan karakter mau menghargai perjuangan. Sebagi contoh lomba balap karung dan makan kerupuk. Lomba ini sekilas memang tampaknya tidak muncul jelas nilai edukasinya. Memakan kerupuk tidaklah sehebat bermain sepak bola, lari, badminton, atau mungkin menyanyi. Namun berpikirkah kita bahwa saat mengikuti lomba tersebut ada sisi perjuangan yang demikian hebat? Memakan kerupuk dalam kondisi tangan terikat dan kerupuk terikat pada tali yang selalu bergerak-gerak tak menentu, ini membuat anak-anak harus berjuang keras. Tak sedikit anak-anak yang mengalami kebuntuan dan akhirnya frustrasi ketika tak mampu memakannya. Semua butuh perjuangan keras. Itu hanya dapat dirasakan oleh anak-anak yang mengikutinya. Hanya anak-anak yang pantang menyerahlah yang akan berhasil untuk menyelesaikan perlombaan bahkan dapat memenagkan lomba tersebut tentunya. Mengingat hal demikian, orangtua perlu mendukung anak-anak untuk mengikuti lomba tersebut. Penting untuk memotivasi anak-anak untuk tidak patah semangat. Yang sangat penting adalah rangtua mampu menerjemahkan dengan sederhana bahwa mengikuti lomba itu merupakan perjuangan yang harus dilakukan anak-anak Nasihat dan penjelasan tentang makna perjuangan hendaknya disampaikan orangtua usai anak-anak menyelesaikan lomba. Jika memungkinkan kaitkan nilai perjuangan tersebut dengan perjuangan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan. Hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yang masih minim mengetahui arti perjuangan

Akan tumbuh rasa persatuan dan kekompakan

Ada beberapa macam lomba yang sering diselenggarakan yang dapat menumbuhkan nilai persatuan dan kekompakan. Lomba tarik tambang, panjat pinang, dan permainan lain yang dilakukan dengan beregu dapat membangkitkan nilai persatuan dan kekompakkan. Menjadi momen penting untuk memasukkan nilai-nilai persatuan ketika anak-anak mengikuti lomba-lomba beregu seperti di atas. Anak-anak harus disadarkan bahwa dengan persatuan mereka akan dapat mengikuti perlombaan dengan baik bahkan mungkin akan menjadi juara. Dalam kelompok atau regu dibutuhkan kekompakan jika menginginkan keberhasilan. Tugas orangtua adalah memberi penekanan atas nilai itu setelah anak-anak mengikuti lomba semacam itu. Bahwa persatuan sangat dibutuhkan dalam melakukan sesuatu agar menjadi kuat dan berhasil dalam segala hal. Bahwa apa yang telah dilakukan anak-anak adalah realita dalam kehidupan. Apa pun hasilnya itu adalah terbaik ketika dilakukan secara bersama..

Munculnya karakter kerja sama dan kegotong-royongan

Anak-anak mungkin saja ada yang mengikuti lomba memasak secara beregu, menghias beregu, memindahkan air secara beregu, atau lari estafet. Ini bisa menjadi fakta dan contoh nyata tentang makna nilai kegotongroyongan dan kerjasama. Dengan mengikuti lomba tersebut anak-anak akan merasakan pengalaman secara langsung yang sangat bermanfaat untuk menumbuhkan nilai gotong-royong dan kerjasama. Menjadi sangat efektif ketika anak-anak mengalaminya sendiri tentang kegiatan tersebut. Tanpa harus bertele-tele orangtua menjelaskan maka anak-anak akan memahami hal itu. Oleh karena itu tak ada salahnya anak-anak kita dorong untuk mengikuti jenis lomba tersebut..

Tumbuhnya keberanian dan rasa percaya diri

Ada beberapa jenis lomba yang secara khusus dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian. Lihat saja ketika anak-anak mengikuti lomba meniti, meniup balon, menangkap belut, atau lomba lain yang membutuhkan sedikit nyali. Tentu tidak semua anak akan berani melakukan hal itu. Dengan mengikuti lomba itu maknanya anak-anak akan belajar percaya diri dan tumbuh keberaniannya. Tumbuhnya keberanian ini mungkin saja berawal dari keterpaksaan karena harus mengikuti lomba, atau karena terdorong oleh banyaknya teman-teman yang memiliki keberanian lebih dahulu. Namun dengan bekal pengalaman saat lomba akhirnya anak akan memiliki keberanian di masa mendatang..

Munculnya sikap sportivitas

Mengikuti lomba akan menumbuhkan sikap sportivitas. Sikap mau menerima keunggulan orang lain dengan legawa merupakan indikasi tumbuhnya sikap sportivitas. Ia akan memberikan apresiasi, ucapan selamat, kepada rival yang lebih unggul dapat dilakukan saat mengikuti lomba. Kebiasaan-kebiasaan itu akan menjadi perilaku sehari-hari dalam segala hal di manapun mereka berada. Perilaku ini dapat ditumbuhkan melalui kegiatan mengikuti lomba sederhana semacam itu. Oleh karen itu tugas orangtua adalah menjelaskan bagaimana sikap yang baik yang harus dilakukan saat setelah mengikuti lomba. Tekankan bahwa mengikuti lomba adalah saat yang menyenangkan, bukan saat yang mencekam dan menimbulkan permusuhan. Dengan begitu anak-anak kita tidak akan memiliki karakter jelek seperti yang sering terjadi selama ini..

Mendapatkan kegembiraan

Pada dasarnya lomba-lomba di momen kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan seperti sekarang ini lebih banyak dimanfaatkan untuk mencari kegembiraan. Dipilihnya berbagai jenis lomba yang besifat menyenangkan memang sengaja dilakukan sebagai bentuk pesta dan hiburan. Para panitia memilih jenis lomba ringan, lucu, dan murah, dengan maksud dapat diikuti oleh siapa saja baik tua maupun muda, pria maupun wanita. Jadi sifat lomba ini benar-benar lebih bernuansa kegembiraan dan hiburan. Namun bukan berarti yang ringan, sederhana, atau murah itu tak dapat dimanfaatkan oleh para orangtua untuk mendidik anak-anak. Justru hal-hal kecil itulah yang dapat membuat kesan bagi anak-anak karena daya nalar mereka juga masih sangat terbatas. Oleh karena itu manfaatkanlah sebaik-baiknya momen itu untuk mendapatkan pengalaman anak-anak selain untuk mendapatkan hiburan yang menyenangkan. (Riyadi - Pendidik di SDN Pangebatan Karanglewas, Banyumas, Pegiat literasi di Kompak).

Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900509

 

 

Share Post :