Siwa Buleleng Ciptakan Motor Berbahan Bakar Gas

  • Admin Bulelengkab
  • 01 Juni 2016

dikutip dari KoranBuleleng.com  Sepeda motor berbahan bakar gas elpiji. Ya mungkin pengembangan sepeda motor dari bahan bakar premium ke gas elpiji sudah pernah dilakukan oleh sejumlah orang di Indonesia.

Saat ini, pengembangan sepeda motor dengan menggunakan bahan bakar elpiji ini juga tengah dilakukan oleh para siswa di SMK Negeri 3 Singaraja karena dirasakan lebih hemat energy. Unjuk kreatifitas bidang sains dengan mengangkat sepeda motor berbahan bakar elpiji ini dipamerkan dalam Buleleng Education Expo (BEE) Tahun 2016, Rabu (1/6) di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja.

Kontan saja, hasil karya mereka ini menarik minat para pengunjung pameran. Banyak yang datang untuk melihat dan menanyakan cara kerja dari sepeda motor tersebut. Eksperimen untuk pegembangan sepeda motor berbahan bakar elpiji ini terbilang singkat. Para siswa hanya memerlukan waktu hingga dua minggu untuk menyelesaikannya.

Salah satu siswa yang tergabung dalam tim eksperimen Kadek Sukra Ardana menjelaskan, ide awal untuk migrasi bahan bakar sepeda motor dari premium menjadi elpiji ini muncul karena keinginan untuk menggunakan bahan bakar yang lebih hemat.

Menurutnya, keunggulan menggunakan elpiji lebih irit 50 persen dibandingkan dengan bahan bakar premium. Selain itu, penggantian oli mesin atau busi lebih tahan lama karena pemakaian LPG lebih sedikit menghasilkan emesi karbon.

“Kalau gunakan premium harus melalui proses pembakaran dulu untuk menjadi gas untuk kemudian dikonsumsi oleh karbu. Namun bedanya LPG tidak lagi melalui proses perubahan itu, dan langsung dikonsumsi dan keunggulannya lebih ramah lingkungan,” Jelasnya.

Kadek Sukra Ardana menambahkan, pengembangan sepeda motor dengan memanfaatkan Gas LPG sebagai bahan bakar akan terus dikembangkan, sehingga kedepan, sepeda motor ini bisa menyamai sepeda motor dengan berbahan bakar premium terutama dalam hal kecepatan.

“Kalau menggunakan bahan bakar Gas LPG ini memang kurang dalam hal kecepatan. Rata rata sepeda motor berbahan bakar LPG ini hanya mampu melaju di jalanan sekitar 20 hingga 30 kilometer per jam. Kami akan terus berupaya sehingga nantinya bisa menyamai sepeda motor dengan bahan bakar premium,” Imbuhnya.

Sementara itu Komang Agus Susanta selaku guru pembina mengatakan, pemakaian bahan bakar elpiji untuk sepeda motor atau kendaraan lain memang sudah banyak ditemukan. Meski demikian kreatifitas anak didiknya merupakan hasil eksperimen yang membanggakan. Target ke depannya adalah bagaimana mengoptimalkan tenaga yang dihasilkan dari bahan bakar elpiji ini.

“Kami dan anak-anak maish mempelajari karena kalau elpiji ini nilai oktannya lebih tinggi yakni 112 dibandingkan premium yang memiliki nilai oktan 88. Teorinya, semakin tinggi nilai oktan maka energy yang dihasilkan akan semakin besar. Namun dari eksperimen anakk-anak ini belum bisa dicapai, sehingga memerlukan pembelajaran ke depannya,” ujarnya.

BEE Sebagai Sarana Eksplorasi Potensi Pendidikan di Buleleng

Buleleng Education Expo (BEE) resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST di Gedung Kesenian Gede Manik, Rabu (1/6) yang bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila.  BEE merupakan event yang pertama kali dilaksanakan di Buleleng sebagai sarana eksplorasi pendidikan di Buleleng. Pada BEE yang pertama ini, diselenggarakan berbagai acara dan kegiatan. Rangkaian kegiatan BEE sudah dimulai dari tanggal 27 Mei 2016 dan berakhir tanggal 4 Juni 2016.

Dinas Pendidikan menyelenggarakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) antar siswa SMK se Buleleng, pameran pendidikan, lomba poster antar SMA/SMK, lomba dharma gita antar SMA/SMK , job fair, olimpiade sains terapan, lomba band akustik,  pementasan kesenian dari perwakilan masing-masing kecamatan, diseminasi PTK dan PTS kepala sekolah berprestasi, lomba fashion show serta pawai pendidikan. Pementasan kesenian, job fair, dan pameran dipusatkan di Gedung Kesenian Gede Manik.

Ditemui usai membuka BEE, Bupati Buleleng yang akrab disapa PAS ini mengungkapkan BEE merupakan sarana eksplorasi potensi pendidikan di Buleleng. Di BEE ini berbagai macam kegiatan pendidikan digelar. Di BEE ini masing-masing sekolah bisa menunjukkan kreativitas dan inovasinya. Teori-teori terapan pun bisa ditunjukkan di sini.

Di samping itu juga ada job fair  yang menunjukkan kebutuhan tenaga kerja ke depan. “ Harapan kita nantinya  job fair ini lebih luas, diberikan peran langsung terhadap keberadaan dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Utamanya SMK-SMK yang mendominasi karena fokusnya di SMK,” ungkap Bupati murah senyum ini.

Bupati yang dikenal merakyat ini juga berharap kegiatan ini diselenggarakan secara berkesinambungan. Acara-acara juga agar disusun lebih rapi. Ini dikarenakan karena BEE ini merupakan event yang sangat bagus untuk mengembangkan potensi pendidikan di Buleleng. “Ya saya harap semuanya lebih baik lagi. Kegiatan ini juga akan diselenggarakan setiap tahunnya sehingga kita mengetahui potensi pendidikan di Buleleng,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd menjelaskan pada BEE ini terdapat 40 stan dari masing-masing sekolah di setiap kecamatan, perguruan tinggi, dan  job fair. Kegiatan ini didukung oleh dunia usaha. Terdapat pula kantin-kantin yang dibuat oleh sekolah.

Kantin-kantin digunakan sebagai ajang ujicoba anak-anak kejuruan untuk berjualan dalam rang mengimplemntasikan professional skill nya. Sedangkan di dalam gedung kesenian juga ada pagelaran-pagelaran kesenian.

“Kegiatan yang diselenggarakan dalam BEE ini sangat banyak. Hal ini kita lakukan untuk mengeksplorasi potensi yang ada di dunia pendidikan kita,” pungkas Suyasa.

Share Post :