(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Mengatasi Tantrum pada Anak: Penyebab dan Strategi Penanganan

Admin disdikpora | 01 September 2023 | 571 kali

Mengatasi Tantrum pada Anak: Penyebab dan Strategi Penanganan

Tantrum pada anak merupakan fenomena umum yang dialami oleh hampir semua orangtua. Tantrum adalah reaksi emosional yang hebat dan tidak terkendali yang umumnya terjadi pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Meskipun tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak, hal ini dapat menjadi tantangan yang menantang bagi orangtua. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab prilaku tantrum pada anak dan strategi penanganannya.

Penyebab Tantrum pada Anak:

  1. Keterbatasan Bahasa dan Ekspresi Emosi: Anak usia dini belum sepenuhnya menguasai bahasa untuk mengungkapkan perasaan dan keinginan mereka. Ini bisa membuat frustrasi dan menjadi pemicu tantrum ketika mereka tidak dapat mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan atau rasakan.

  2. Perubahan Rutinitas: Anak-anak sangat mengandalkan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan tiba-tiba dalam rutinitas seperti perpindahan tempat tinggal, pergantian pengasuh, atau situasi lain yang tidak biasa dapat menyebabkan stres dan reaksi tantrum.

  3. Kontrol Diri yang Berkembang: Anak-anak sedang dalam proses belajar mengendalikan emosi mereka. Ketika mereka merasa tidak memiliki kendali atas situasi atau tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, tantrum dapat muncul sebagai reaksi alami.

  4. Kelelahan dan Kelaparan: Anak-anak yang lelah atau lapar lebih rentan terhadap tantrum karena mereka cenderung lebih mudah merasa frustasi dan sulit mengatasi emosi.

Strategi Penanganan Tantrum:

  1. Tetap Tenang: Orangtua perlu tetap tenang saat anak mengalami tantrum. Reaksi negatif atau marah dari orangtua dapat memperburuk situasi.

  2. Berikan Pilihan: Beri anak pilihan yang terbatas untuk memberi mereka rasa kontrol. Misalnya, tawarkan pilihan antara dua jenis makanan atau aktivitas.

  3. Ajarkan Bahasa Emosi: Bantu anak untuk mengartikulasikan perasaan mereka dengan memberi nama pada emosi yang mereka alami. Ini membantu mereka belajar cara mengungkapkan diri secara verbal.

  4. Berikan Perhatian Positif: Beri pujian dan perhatian positif saat anak berperilaku baik. Ini dapat membantu mengurangi kebutuhan mereka untuk mencari perhatian dengan cara negatif.

  5. Berikan Pemahaman dan Penjelasan: Jelaskan pada anak mengapa ada batasan dan aturan tertentu. Ini dapat membantu mereka memahami batasan yang ada dan mengurangi rasa frustasi.

  6. Berikan Waktu Istirahat: Jika tantrum terjadi karena kelelahan, berikan anak waktu istirahat yang cukup agar mereka bisa merasa lebih baik.

  7. Jangan Memanjakan: Meskipun sulit, hindari memberikan hadiah atau mengalah pada tantrum anak. Ini hanya akan mengajari mereka bahwa tantrum adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

  8. Modelkan Perilaku Positif: Jadilah contoh yang baik dengan mengendalikan emosi Anda sendiri dalam situasi yang menantang.

Dalam mengatasi tantrum pada anak, konsistensi dan kesabaran sangatlah penting. Setiap anak adalah individu yang unik, jadi orangtua perlu menemukan pendekatan yang paling sesuai dengan anak mereka. Dengan memberikan dukungan, cinta, dan batasan yang jelas, orangtua dapat membantu anak mengatasi tantrum dan tumbuh dengan cara yang lebih baik dalam mengelola emosi mereka.

diolah dari berbagai sumber :

https://paudpedia.kemdikbud.go.id/