(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

“Ngiring Melajah Keunikan Budaya Daerah Tempat Tinggal”

Admin disdikpora | 26 Oktober 2021 | 99 kali

Diterbitkan:1 Oktober 2021 22:40
Sumber:modul
Penulis:LUH WINDA KRISDAYANI

AKSI NYATA PENERAPAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

“Ngiring Melajah Keunikan Budaya Daerah Tempat Tinggal”

Oleh : Luh Winda Krisdayani

 

Latar Belakang

Teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang seiring dengan globalisasi sehingga interaksi dan penyampaian informasi akan berlangsung dengan cepat. Pengaruh globalisasi dapat berdampak positif dan negatif pada suatu Negara. Persaingan yang terjadi pada era globalisasi ini menumbuhkan kompetensi antar bangsa, sehingga menuntut adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah salah satu hal terpenting dalam pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk menyiapkan peserta didik melalui pengajaran, atau latihan yang akan digunakan pada masa yang akan datang. Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Berkaitan dengan pendidikan salah satu tokoh pendidikan di Indonesia yang terkemuka adalah bapak Ki Hajar Dewan Tara. Bapak Ki Hajar Dewan Tara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan. Metode Pembelajaran yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantara adalah sistem Among. Among memiliki pengertian menjaga, membina, dan mendidik anak dengan kasih sayang. Konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang pertama yaitu (1) Menuntun dalam pendidikan, pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak. (2) karakter budi pekerti, (3) pendidik diibaratkan petani, (4) bermain merupakn kodrat anak, (5) pendidikan berpusat pada anak.

Dari latar belakang pemikiran Ki Hajar Dewantara aksi nyata di sekolah SD Negeri 1 Tigawasa adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, dengan mengambil topik “Ngiring Melajah Keunikan Budaya Daerah Tempat Tinggal” dengan memanfaatkan internet untuk mencari informasi terbaru. Dilakukan pada pembelajaran IPS yang mencakup seluruh siswa kelas IV. Siswa akan diberikan tugas untuk mencari keunikan budaya di daerah tempat tinggal, karena lokasi sekolah berada di Desa Tigawasa, jadi siswa mayoritas bersal dari Desa Tigawasa. Tugas yang diberikan berupa mengumpulkan foto sebagai tanda bukti dan siswa dapat mendeskripsikan gambaran budaya yang ada di foto, dengan bantuan internet untuk mencari informasi yang lebih valid dan lengkap, selain internet siswa juga dapat bertanya atau melakukan wawancara kepada orang tua atau tokoh masyarakat lainnya.

Tujuan

Tujuan dilakukannya pembelajaran berpusat pada siswa dengan topik “Ngiring Melajah Keunikan Budaya Daerah Tempat Tinggal” adalah siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, keinginan dan kondisi lingkungan sekitar, sehingga tercapai hasil belajar yang baik dan berkesinambungan. Sehingga konsep merdeka belajar dapat tercapai.

Penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara di Kelas dan Sekolah 1.

Kegiatan pembelajaran dalam kondisi pandemi covid 19, tidak menyurutkan minat siswa untuk belajar. Dalam tulisan ini mengangkat topik di pembelajaran IPS tema 8 mengenai keunikan daerah tempat tinggalku, tugas ini yang di berikan judul “Ngiring Melajah Keunikan Budaya Daerah Tempat Tinggal”. Dalam topik ini akan mengangkat salah satu konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pembelajaran Berpusat Pada Siswa. Pembelajaran Berpusat Pada Siswa (Student Centred Learning) sebagai ciri Pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang perlu diikuti dengan penyempurnaan pola pikir (mindset) sebagai berikut (Permendikbud No. 70 Thn 2013) : 1 Perubahan dari pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/ media lainnya) pada Pembelajaran Kurikulum 2013. 2

Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet) pada Pembelajaran Kurikulum 2013. 3 Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains) pada Pembelajaran Kurikulum 2013. 4 pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim) pada Pembelajaran Kurikulum 2013. 5 Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia pada Pembelajaran Kurikulum 2013. 6 Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik pada Pembelajaran Kurikulum 2013. 7 Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines) pada Pembelajaran Kurikulum 2013.

Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis pada Pembelajaran Kurikulum 2013 . Dalam kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa dengan topik “Ngiring Melajah Keunikan Budaya Daerah Tempat Tinggal”. Guru memberikan pengumuman tugas di WA Grup kelas IV. Ada dua cara dalam menyelesaikan tugas siswa yaitu yang pertama mencari informasi dengan teknik wawancara dengan orang tua atau orang yang benar-benar tau mengenai tradisi tersebut, yang ke dua dengan memanfaatkan internet untuk mencari tambahan informasi mengenai tradisi dan budaya yang siswa pilih. Internet dapat diakses di komputer sekolah dengan bantuan guru. Saat penggunaan internet di sekolah karena masih dalam situasi pandemi siswa dibagi menjadi 2 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 5 orang siswa, dengan waktu yang berbeda antara kelompok 1 dan kelompok 2. Informasi yang diperoleh siswa dapat berupa catatan yang di buat siswa dan foto yang di print di sekolah dengan bantuan guru. Tugas yang sudah selesai akan dikirim melalui WA Grup kelas IV. 2.

Hasil dari aksi nyata

a. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas

Perasaan saya saat melakukan perubahan dikelas sangat menyentuh hati , karena kali pertama saya di kelas IV melakukan kegiataan yang melibatkan siswa langsung dengan penggunaan media komputer dan mencari tahu budaya daerah tempat tinggalnya sendiri, sebelumnya selama situasi pandemic covid 19, saya hanya terpaku pada buku saja, dan mengirimkan video pembelajaran pada siswa.

Di aksi nyata ini saya menerapkan pembelajaran langsung yang berpusat pada siswa untuk memilih dan mencari langsung materi yang siswa sukai. Siswa juga sangat antusias dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan berbantuan media komputer. Ada banyak siswa yang sama sekali tidak bisa menggunakan komputer, saat pemebelajaran IPS ini siswa mendapat kesempatan untuk belajar komputer. Siswa sangat bersemangat dan memancing rasa ingin tahu siswa untuk mencari tahu bagaimana cara penggunaan komputer yang benar. Semangat siswa memotivasi saya untuk terus memanfaaatkan barang elektronik seperti komputer yang ada di sekolah untuk mendukung proses pembelajaran di kelas, tidak hanya IPS saja tetapi semua mata peajaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan media komputer dan internet.

b. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan

Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan yaitu ingin membuka ekstrakulikuler untuk pelatihan komputer di luar jam pelajaran, karena sangat penting sekali siswa khususnya di Daerah tempat saya mengajar yaitu Desa Tigawasa untuk mengajarkan anak-anak komputer. Serta setiap pembelajaran jika mendapat kesempatan ingin lebih banyak menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengkaitkan pembelajaran tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

c. Pembelajaran yang didapat dari Pelaksanaan (Kegagalan maupun Keberhasilan)

Kegagalan

Kegagalan yang dialami selama melakukan aksi nyata masih bisa diatasi, misalnya beberapa siswa tidak ikut bergabung dalam Grup WA, tetapi siswa yang tidak masuk Grup WA diberikan informasi oleh temannya yang masuk Grup WA, siswa tersebut juga sangat berantusias untuk datang kesekolah mencari informasi mengenai tradisi yang dipilih, dan ada juga yang melakukan wawancara dengan orang yang lebih tahu mengenai hal tersebut.

Keberhasilan

Keberhasilan dalam aksi nyata yang dilakukan adalah mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan hubungan yang lebih baik antara guru dan siswa sehingga komunikasi lebih efektif. Siswa berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu bersikap disiplin, tanggung jawab, dan mampu berpikir kritis, kreatif, mandiri, serta mampu menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran.

d. Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang

1) Meningkatkan rasa percaya diri terhadap siswa dalam menunjukkan kebudayaan yang ada di lingkungannya. 2) Merancang pembelajaran yang lebih menantang dan menyenangkan untuk siswa. 3) Melakukan diskusi dengan siswa mengenai saran dan ide yang diterapkan.

Sumber : https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/ngiring-melajah-keunikan-budaya-daerah-tempat-tinggal-2/