PAUDPEDIA Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, pernahkah kita spontan berkata “Jangan main tanah, nanti bajunya kotor, jangan pegang lumpur atau jangan main air, “nanti basah semua!
Menjaga kebersihan anak tentu penting. Namun, jika anak terlalu sering dilarang hanya karena takut pakaian kotor, kita bisa tanpa sadar membatasi kesempatan mereka untuk bereksplorasi.
Bagi anak usia dini, bermain dengan pasir, tanah, air, rumput, daun, batu, atau bahan alam lainnya bukan sekadar membuat tangan dan pakaian kotor. Pada saat itulah anak sedang menggunakan tubuh dan panca inderanya untuk mengenal dunia secara langsung.
Bermain bebas di lingkungan alam dapat memberikan berbagai manfaat untuk perkembangan anak, sebagaimana berikut ini:
1. Anak Mendapatkan Pengalaman Sensorik yang Beragam
Saat menyentuh pasir yang kasar, tanah yang lembut, air yang dingin, atau daun yang kering, anak menerima berbagai pengalaman melalui inderanya. Anak belajar mengenali perbedaan tekstur, bentuk, berat, hingga perubahan suatu benda. Pengalaman seperti ini sulit diperoleh jika aktivitas anak selalu dibatasi pada benda yang bersih dan rapi.
2. Anak Lebih Banyak Bergerak | Bermain di luar memberi anak kesempatan untuk berjalan, berlari, membungkuk, menggali, membawa benda, memanjat, atau menjaga keseimbangan. | Permainan di alam secara konsisten berkaitan dengan aktivitas fisik anak. Aktivitas tersebut juga memberikan kesempatan bagi anak untuk menggunakan kemampuan motoriknya melalui berbagai gerakan yang muncul secara | alami dalam permainan.
3. Meningkatkan Imajinasi dan Kreativitas Bagi orang dewasa, sebatang ranting mungkin hanya ranting. Namun bagi anak, ranting bisa berubah menjadi tongkat, sendok, alat masak, jembatan kecil, bahkan bagian dari rumah-rumahan. Permainan di alam menyediakan benda-benda yang tidak memiliki satu fungsi tertentu. Kondisi ini memberi ruang lebih luas bagi anak untuk menciptakan permainan berdasarkan imajinasinya.
4. Memberi Kesempatan Anak Belajar Mengatur Diri Saat bermain, anak tidak hanya bergerak dan bersenang-senang. Mereka juga belajar memilih, menyelesaikan masalah kecil, berbagi peran, bernegosiasi dengan teman, serta menyesuaikan diri ketika situasi berubah. Pengalaman bermain di lingkungan alam juga dapat memberi ruang bagi anak untuk melatih kemampuan mengendalikan diri, membangun keterampilan sosial, dan belajar berinteraksi dengan orang lain.
Membiarkan anak bermain kotor bukan berarti membiarkan anak bermain di mana saja tanpa pengawasan. Orang tua tetap perlu memastikan lingkungan bebas dari benda tajam, limbah, kotoran hewan, bahan kimia, atau benda berbahaya lainnya. Setelah bermain, anak juga perlu dibiasakan mencuci tangan dan membersihkan diri.
Baju yang kotor masih bisa dicuci. Namun, kesempatan anak untuk menyentuh, mencoba, bergerak, berimajinasi, dan menemukan sesuatu dari pengalamannya sendiri jangan terlalu cepat dibatasi hanya karena kita takut kotor.
Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/saat-baju-kotor-banyak-pengalaman-belajar-sedang-tumbuh?ref=MzM1Ny1lMzQ0MWIxOQ&ix=NDctOTUyYzA2MGM