PAUDPEDIA - Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, pernahkah melihat anak mendorong, memukul, mencubit, atau menendang temannya saat sedang bermain? Perilaku ini memang dapat muncul pada anak usia dini, tetapi bukan berarti boleh dianggap biasa atau dibiarkan. Anak tetap perlu dibantu memahami emosinya sekaligus belajar cara untuk mengekspresikan marah dan kecewanya.
Kemampuan anak dalam mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain masih berkembang secara bertahap. Namun, bukan berarti perilaku menyakiti teman secara fisik boleh dibiarkan. Jika terus berulang tanpa penanganan yang tepat, perilaku tersebut dapat mengganggu hubungan sosial dan rasa aman anak. Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah perundungan fisik pada anak? yuk kita simak penjelasan berikut ini:
1. Ajarkan Anak Mengenali Perilaku yang Menyakiti
Anak perlu memahami bahwa memukul, mencubit, mendorong, dan menendang dapat menyakiti orang lain. Orang tua maupun guru perlu menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan anak. Misalnya, “Kalau kamu mendorong teman, teman bisa jatuh dan kesakitan.”
Guru dan orang tua juga dapat menggunakan boneka, cerita bergambar, atau bermain peran untuk memperkenalkan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
2. Ajarkan Cara Menyampaikan Kemarahan Tanpa Menyakiti
Saat marah atau kecewa, sebagian anak bisa menunjukkan respons fisik karena masih belajar mengenali emosi dan menyampaikan kebutuhannya dengan cara yang tepat.
Orang dewasa perlu membantu anak menemukan cara lain untuk mengungkapkan perasaan. Misalnya, ketika mainannya direbut, ajarkan anak mengatakan, “Aku masih mau main. Tolong kembalikan.”
Jika anak mulai memukul, segera hentikan tindakannya dengan tenang tetapi tegas. Katakan, “Kamu boleh marah, tetapi tidak boleh memukul. Kalau tidak suka, kamu bisa mengatakan “Tidak suka, jangan ganggu, dan lain sebagainya” Dengan demikian, anak tidak hanya mengetahui perilaku yang dilarang, tetapi juga belajar apa yang seharusnya dilakukan.
3. Bangun Kebiasaan Bermain yang Saling Menghargai
Pencegahan perundungan tidak cukup hanya dengan melarang anak melakukan kekerasan. Anak juga membutuhkan pengalaman langsung untuk belajar bekerja sama, bergiliran, membantu teman, dan menyelesaikan perselisihan. Contoh kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak: membaca cerita bertema perundungan, berdiskusi, dan menulis pesan kepada tokoh cerita dapat membantu anak usia dini memahami perundungan serta mengembangkan empati. Satuan PAUD, kegiatan tersebut dapat disesuaikan melalui bercerita, bermain peran, dan percakapan sederhana mengenai perasaan teman.
4. Jangan Membiarkan Anak Menyakiti Temannya
Ketika melihat anak memukul atau mendorong, guru perlu segera menghentikan tindakan tersebut dan memastikan anak yang menjadi sasaran dalam keadaan aman.
Hindari mempermalukan atau langsung memberi label anak sebagai pelaku perundungan. Fokuslah pada perilaku yang perlu diperbaiki.
Anak yang disakiti perlu mendapatkan perlindungan, sedangkan anak yang melakukan tindakan agresif perlu dibimbing untuk mengembangkan perilaku yang lebih tepat.
5. Bangun Kerja Sama antara Sekolah dan Orang Tua
Pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya guru atau orang tua. Pencegahan perundungan di sekolah cenderung lebih efektif ketika melibatkan berbagai komponen, termasuk aturan sekolah, keterlibatan teman sebaya, dan pemberian informasi kepada orang tua. Karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk membangun kesepahaman mengenai cara merespons perilaku agresif serta membiasakan anak menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.
Mencegah perundungan fisik bukan sekadar mengajarkan anak untuk tidak memukul atau menyakiti temannya, tetapi juga membantu anak memahami perasaan orang lain, mengelola emosi, dan membangun hubungan pertemanan yang sehat. Jangan menunggu ada anak yang terluka untuk mulai mengajarkan bahwa setiap anak berhak merasa aman ketika bermain dan belajar.
Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/cegah-perundungan-fisik-pada-anak-sejak-usia-dini?ref=MzM3OS05Y2I5NzBjZA&ix=NDctOTUyYzA2MGM