(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Merajut Inovasi, Meraih Mimpi

Admin disdikpora | 21 Oktober 2021 | 116 kali

Diterbitkan:16 Oktober 2021 07:33
Sumber:Modul 3.3 PGP dan Pemikiran Pribadi
Penulis:Anton Setiawan
Jenis Kontributor:PPG

“A true dream is a dream that is made to come true” – Anton Setiawan

 

Berbahagialah bagi orang yang masih dapat bermimpi dan mau bermimpi karena bisa jadi mimpi itu akan menjadi motivasi diri untuk berinovasi. Mimpi indah bukan sekedar fatamorgana, karena dalam mimpi indah masih ada usaha untuk menjadikannya nyata. Bagaimana dengan Anda? 

Artikel yang merupakan Aksi Nyata Modul 3.3 Program Pendidikan Guru Penggerak ini berusaha untuk menyelaraskan inovasi untuk meraih mimpi sekolah masa depan. Inovasi berawal dari kemauan diri untuk melihat dan mengembangkan potensi. Sebagai seorang guru, sudah saatnya kita mengembangkan sekolah berbekal pada asset-based thinking bukan defisit-based thinking. “Maaf, Pak saya tidak bisa karena keterbatasan sarana. Kita batalkan saja ya, dananya tidak ada. Wah, kalau begitu tidak bisa dilanjutkan, Bu, personil kita kurang.” Sampai kapan kita  terus “bersembunyi” dibalik kekurangan tanpa mau melihat kekuatan yang ada? Mari kita renungkan bersama. 

Pemanfaatan aset untuk pengembangan sekolah sudah saatnya dilakukan. Lihatlah kondisi sekolah Kita. Berbekal aset yang ada, mulailah bermimpi untuk mengembangkan sekolah. Cukup buat program yang berpihak pada murid. Tidak masalah ketika program itu harus out of the box karena masih ada inovasi dan usaha yang menyertainya. SMP Negeri 26 Surabaya mempunyai banyak aset yang dapat dikembangkan. Sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri, sekolah ini mempunyai mangga sebagai icon nya. Berbagai olahan mangga seperti Abon mangga, Manisan, Ice cream, Juice sudah biasa dilakukan oleh Guru dan murid sebagai produk Ecopreneur. Dalam mengolah berbagai produk tersebut, kulit mangga menjadi sesuatu yang tersisihkan. Kulit mangga hanya dibuang atau masuk composter selama beberapa hari sebelum menjelma menjadi kompos. Terbersit sebuah ide, bagaimana kalau Kita mencoba membuat Keripik Kulit Mangga?

Alhamdulillah ide “nakal” itu mendapat dukungan penuh dari Bapak Kepala Sekolah yang memang satu frekuensi dengan inovasi dan program yang berpihak pada murid. Bahkan, beliau menantang Kami untuk mematenkan produk ini dan memasarkannya secara online melalui peken.surabaya.go.id, aplikasi pemberdayaan Usaha Miro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pemerintah Kota Surabaya. Sebuah terobosan yang perlu ditindaklanjuti.

Sebagai langkah awal, Kami mencoba bekerjasama dengan Laboratorium MIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk menguji kandungan zat yang ada dalam kulit mangga. Selagi berproses mengajukan proposal uji lab, Tim Adiwiyata mulai melakukan trial and error dengan kulit mangga. Beberapa mangga jenis Gadung dipetik dari halaman sekolah untuk diolah. Sasaran utamanya memang kulit mangga. Dengan cara dan resep “rahasia,” Tim Adiwiyata mulai mengekplorasi kulit mangga dengan beberapa versi. Percobaan pertama, sangat “mengesankan.” Keripik yang Kami olah hangus tak tersisa! Kondisi ini tidak membuat Kami menyerah. Kegagalan justru membuat Kami semakin termotivasi untuk berinovasi. Kondisi “mengesankan” 

Semangat Kami belum berhenti. Berbekal literasi dan berbagi informasi dari berbagai sumber, Kami berusaha untuk melanjutkan uji coba membuat keripik kulit mangga. Setelah beberapa kali percobaan, alhamdulillah keripik kulit mangga sudah mulai berbentuk dan berasa. Lumayan enak dan renyah. Ada yang mau coba? Usaha kami tidak berhenti disini. Kami masih memikirkan berbagai cara pengolahan alternatif untuk mendapatkan tekstur dan rasa yang ideal

Kedepan, pengalaman Tim Adiwiyata ini dapat dibagi kepada murid untuk menginspirasi dan memotivasi mereka dalam berwirausaha. Setelah itu, mereka dapat mencoba mempraktikkan dengan tangan mereka sendiri baik di sekolah maupun di rumah. Harapan Kami, murid-murid SMP Negeri 26 Surabaya mempunyai jiwa wirausahawan yang pantang menyerah. Selain itu, Kami juga mengajarkan kepada mereka untuk selalu berpikir positif dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk pengembangan diri mereka. Kekurangan bukan berarti hambatan untuk bergerak maju. Mimpi yang sejati adalah mimpi yang bisa kita wujudkan melalui usaha dan inovasi. 

Sumber : https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/merajut-inovasi-meraih-mimpi/