(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Anak Belum Mau Berbagi, Apakah Berarti Egois?

Admin disdikpora | 07 September 2026 | 13 kali

PAUDPEDIA Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, saat anak mengatakan “Ini punyaku!” Kalimat ini mungkin sering terdengar ketika anak bermain bersama teman atau saudaranya. Saat diminta meminjamkan mainan, anak bisa menolak, memeluk erat benda miliknya, bahkan menangis ketika mainannya diambil. Tidak jarang, respons seperti ini membuat orang dewasa buru-buru menilai anak sebagai anak yang pelit atau egois.

Padahal, kemampuan berbagi pada anak usia dini tidak muncul begitu saja. Berbagi merupakan bagian dari perkembangan sosial dan moral yang tumbuh secara bertahap. Anak perlu belajar memahami mana yang menjadi miliknya dan milik orang lain, mengenali kebutuhan orang lain, memahami aturan sosial, hingga akhirnya mampu mengambil keputusan untuk berbagi.

Penelitian Christner dan Paulus (2022) pada anak usia prasekolah menunjukkan bahwa anak mulai memiliki pemahaman mengenai norma keadilan dan dapat menilai bahwa berbagi merupakan perilaku yang baik. Namun, mengetahui bahwa berbagi itu baik belum tentu membuat anak selalu melakukannya dalam kehidupan nyata. Dengan kata lain, anak bisa memahami pentingnya berbagi, tetapi kemampuan untuk menerapkannya butuh waktu dan proses bertahap. Oleh karena itu, ketika anak belum mau berbagi, orang tua dan guru dapat menjadikan situasi tersebut sebagai kesempatan untuk membantu anak memahami nilai berbagi dan keadilan dengan cara berikut ini:

1. Hindari langsung memberi label “egois” atau “pelit” Ketika anak belum mau berbagi mainan, orang tua dan guru sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label negatif. Situasi tersebut justru dapat menjadi kesempatan bagi orang dewasa untuk mendampingi anak belajar tentang kepemilikan, keadilan, kepedulian terhadap orang lain, dan perilaku berbagi secara bertahap.

2. Bantu anak memahami mengapa berbagi itu penting Jangan hanya mengatakan, “Kamu harus berbagi.” Orang tua dan guru dapat membantu anak memahami dampak tindakannya terhadap orang lain. Misalnya, “Temanmu juga ingin bermain. Bagaimana supaya kalian berdua bisa bermain?” Dengan begitu, anak tidak hanya mengikuti perintah, tetapi perlahan belajar memahami alasan di balik perilaku berbagi.

3. Berikan kesempatan anak mempraktikkan berbagi Mengetahui bahwa berbagi itu baik berbeda dengan mampu melakukannya. Anak membutuhkan pengalaman berulang untuk menerapkan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan bermain bersama dapat menjadi kesempatan untuk belajar berbagi, bekerja sama, dan mempertimbangkan kebutuhan orang lain.

4. Ajak anak membicarakan situasi yang berkaitan dengan keadilan Saat membaca buku cerita, bermain peran, atau melihat kejadian sehari-hari, ajak anak berdiskusi. Misalnya, “Menurut kamu, kalau semua mainannya diambil satu anak, bagaimana perasaan teman yang lain?” Pertanyaan sederhana seperti | ini membantu anak mengenali mana perilaku yang adil dan tidak adil.

5. Beri kesempatan anak mengambil keputusan | Anak dapat dilibatkan dalam mencari jalan keluar ketika terjadi konflik. Misalnya, “Kalian berdua ingin main mobil yang | sama. Menurut kalian, bagaimana supaya sama-sama bisa bermain?” Pendampingan seperti ini membantu anak | menghubungkan pemahamannya tentang keadilan dengan tindakan nyata.

6. Hargai proses, bukan menuntut anak selalu berbagi Kemampuan memahami norma dan kemampuan menerapkannya tidak selalu berkembang dengan kecepatan yang | sama. Ada anak yang sudah memahami bahwa berbagi itu baik tetapi masih kesulitan melakukannya secara konsisten. | Karena itu, yang dibutuhkan adalah pendampingan dan pengalaman berulang, bukan tuntutan agar anak selalu | langsung mengalah. | Pada akhirnya, tujuan mengenalkan konsep berbagi bukan sekadar membuat anak mau menyerahkan mainannya | kepada orang lain. Yang lebih penting adalah membantu anak perlahan memahami arti bergiliran, kebutuhan orang lain, dan bagaimana menerapkan nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari.

Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/anak-belum-mau-berbagi-apakah-berarti-egois?ref=MzMwOS1jZWJjZTQwYQ&ix=NDctOTUyYzA2MGM