PAUDPEDIA Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, kadang penggunaan gawai sudah menjadi bagian dari kehidupan anak sehari-hari. Namun, menatap layar yang berlebih pada anak perlu mendapat perhatian. Pada usia dini, otak anak sedang berkembang sangat pesat. Salah satu bagian penting yang terus berkembang adalah korteks, yaitu lapisan luar otak yang berperan dalam kemampuan melihat, memahami bahasa, memusatkan perhatian, mengingat, berpikir, dan mengendalikan perilaku. Sejumlah penelitian menemukan bahwa penggunaan layar yang berlebih pada anak dapat merusak struktur dan aktivitas beberapa bagian otak. Berikut beberapa dampak yang ditemukan dalam penelitian tersebut:
1. Menurunkan ketebalan korteks pada otak anak Menatap layar terlalu lama dapat menurunkan ketebalan korteks anak. Perbedaan tersebut ditemukan pada area yang berperan dalam memproses penglihatan, mengenali bentuk dan objek, serta mengolah berbagai informasi. Dengan demikian, anak yang terlalu lama menatap layar gawainya beresiko untuk mengalami penurunan penglihatan, kesulitan mengenali bentuk benda serta sulit untuk memahami/menyimak informasi.
2. Membuat anak lebih sulit fokus dan berkonsentrasi Penggunaan layar yang berlebih juga turut mempengaruhi kemampuan anak untuk memusatkan dan mengatur perhatian. Bagian ini berperan ketika anak harus fokus pada sesuatu, memilih informasi yang penting, dan mempertahankan perhatian pada suatu kegiatan. Oleh karena itu, selama ini sering kita jumpai anak yang kecanduan gawai sering mengalami kesulitan untuk fokus.
3. Membuat anak lebih sulit mengontrol diri Paparan layar sejak usia dini dapat memengaruhi aktivitas otak yang mendukung fungsi eksekutif, yaitu kemampuan anak untuk mengendalikan dorongan, mengingat aturan, memusatkan perhatian, dan mengatur perilaku. Maka tidak heran, penggunaan layar yang berlebihan dapat menghambat kemampuan anak dalam mengendalikan diri dan perilakunya.
4. Merusak jaringan otak yang mendukung bahasa Pada anak usia 3-5 tahun, penggunaan layar yang berlebihan dapat menghambat perkembangan bahasa dan literasi awal. Paparan layar berlebih dapat mempengaruhi jaringan otak yang berperan dalam memahami kata, berbicara maupun mendengarkan. Semakin tinggi paparan layar, semakin besar resikonya terhadap keterlambatan kemampuan bahasa dan literasi awal anak. Perkembangan otak anak membutuhkan pengalaman nyata, bukan hanya layar. Anak perlu banyak bermain, bergerak, berbicara, berinteraksi, dan belajar langsung dari lingkungan sekitarnya. Yuk, atur waktu layar anak dan pastikan mereka punya cukup waktu untuk bermain, bergerak, berbicara, dan berinteraksi langsung setiap hari.
Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/terlalu-lama-menatap-layar-apa-dampaknya-pada-otak-anak?ref=MzMwMi05YjFjMjU1Yw&ix=NDctOTUyYzA2MGM