PAUDPEDIA Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, pernahkah anak sulit berhenti menonton video pendek yang terus berganti? Atau, anak lebih tertarik pada tontonan di gawai dibandingkan kegiatan bermain lainnya? Kebiasaan seperti ini perlu mendapat perhatian orang tua agar penggunaan gawai tidak mengurangi kesempatan anak untuk belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Belakangan, istilah brainrot ramai digunakan untuk menggambarkan dugaan penurunan kemampuan berpikir akibat konsumsi konten digital secara berlebihan, terutama konten yang kurang menantang secara intelektual, seperti video pendek yang terus berganti. Namun, perlu dipahami bahwa brainrot merupakan istilah populer, bukan diagnosis medis.
Pada usia dini, anak sedang mengembangkan kemampuan memusatkan perhatian, mengendalikan perilaku, dan mengikuti aturan sederhana. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak membangun kebiasaan menggunakan gawai secara bijak dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini.
1. Perhatikan Kebiasaan Anak Menggunakan Gawai
Ayah dan Bunda dapat mulai dengan memperhatikan berapa lama anak menggunakan gawai, jenis tontonan yang dipilih, serta bagaimana anak beraktivitas setelah menonton. Perhatikan pula apakah waktu menggunakan gawai mulai mengurangi kesempatan anak untuk bermain, bergerak, atau berinteraksi bersama keluarga.
2. Pilih Tontonan yang Sesuai Usia Anak
Ayah dan Bunda perlu memperhatikan tontonan yang disukai anak. Sebaiknya, hindari kartun dengan cerita yang terlalu rumit dan adegan yang berganti sangat cepat. Pilihlah tontonan yang sesuai dengan usia, memiliki cerita yang mudah dipahami, dan mengandung pesan positif.
3. Dampingi Anak dan Ajak Berkomunikasi
Saat anak menonton video, Ayah dan Bunda sebaiknya ikut mendampingi. Ajak anak berbincang tentang apa yang ditontonnya dengan pertanyaan sederhana, seperti "bagaimana pendapat kamu tentang video tadi?" atau "Apa yang sebaiknya dilakukan tokoh dalam cerita tadi?" Dengan begitu, waktu menonton juga bisa menjadi kesempatan untuk mengobrol dan mempererat hubungan dengan anak.
4. Atur Waktu Menonton Secara Konsisten
Ayah dan Bunda perlu membuat aturan yang jelas tentang waktu penggunaan gawai. Tentukan kapan dan berapa lama anak boleh menonton, lalu ingatkan anak sebelum waktunya habis. Jika waktu menonton sudah selesai, ajak anak beralih ke kegiatan lain yang menyenangkan. Terapkan aturan ini secara konsisten agar anak terbiasa menggunakan gawai dengan lebih teratur.
5. Ajak Anak Bermain dan Bergerak
Ayah dan Bunda perlu mengajak anak melakukan kegiatan menyenangkan tanpa gawai. Misalnya, bermain di luar rumah, mengikuti gerakan sederhana, menyusun balok, menggambar, atau mendengarkan cerita. Kegiatan ini memberi anak kesempatan untuk bergerak, melatih fokus, belajar mengikuti aturan, dan berinteraksi dengan orang lain.
Anak usia dini membutuhkan kesempatan untuk bermain, bergerak, berkomunikasi, dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Yuk, jadikan waktu bersama anak lebih bermakna dengan membatasi penggunaan layar!
Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/waspadai-fenomena-brainrot-pada-anak-usia-dini?ref=MzQwOC0yNDUzOTg3NQ&ix=NDctOTUyYzA2MGM