Di kampung Ceria, hujan mulai turun deras sejak awal bulan, seorang siswa SMP, melihat tetangga-tetangganya mulai mengeluh karena lingkungan sekitar jadi kotor dan menimbulkan penyakit. Saat itu, sampah yang dibuang sembarangan di sudut kampung mulai menumpuk dan menggenang air hujan. Bau tak sedap menyebar, nyamuk mulai berkeliaran banyak, bahkan bisa membuat orang sakit, salah satu warga seorang anak SMP, harus masuk rumah sakit karena demam berdarah. Lingkungan yang kotor dapat menjadi sarang penyakit. Mulai dari flu dan batuk, demam, hingga penyakit demam berdarah yang sedang dialami oleh seorang siswa SMP. Miris, lingkungan yang kotor pada musim hujan memberikan dampak yang buruk, bukan hanya pada lingkungan, namun juga pada orang-orang yang tinggal di sekitarnya.
Tak tega melihatnya, siswa SMP mengajak teman-teman sepermainannya untuk melakukan aksi bersih-bersih. Mereka membagikan kantong plastik ke setiap rumah, mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membersihkan saluran air agar tidak mampet. Untuk tetap melanjutkan aksi bersih-bersih ini, mereka juga membuat spanduk kecil bertuliskan "Musim Hujan Datang, Kebersihan Jangan Lupa!" yang dipasang di tempat-tempat ramai. Spanduk ini menjadi ajakan untuk warga sekitar untuk tetap menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan selokan agar air yang mengalir tidak tersumbat sampah, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Berkat aksi dan ajakan Siswa SMP dan teman-temannya lewat spanduk kecil itu, warga kampung akhirnya tergerak untuk bergabung. Mereka membersihkan genangan air, membakar sampah kering, dan membuat tempat pembuangan sampah sementara. Warga kampung Ceria bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Ajaibnya, dalam beberapa hari, lingkungan kampung kembali bersih dan segar. Nyamuk berkurang, tidak ada bau tak sedap dari sampah yang menumpuk, saluran air lancar, dan tidak banyak sampah berserakan. Bersihnya lingkungan kampung Ceria tentu berdampak baik bagi warganya yang tinggal di sana. Selain lingkungan yang bersih, warga kampung pun terhindar dari penyakit.
Pada akhir musim hujan, kepala desa memberikan penghargaan kepada Siswa SMP dan teman-temannya karena telah menginspirasi seluruh kampung untuk menjaga kebersihan. Semua orang menyadari bahwa menjaga kebersihan di musim hujan bukan hanya tanggung jawab satu orang, melainkan seluruh orang yang terlibat. Langkah kecil yang dimulai dari sekarang bisa memberikan dampak besar ke depannya. Seperti Siswa SMP dan teman-temannya yang memulai untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, hingga menyerukan aksi bersih-bersih kampung, menjadikan Kampung Ceria kini bukan kampung yang kotor, namun menjadi tempat yang asri nan bersih.
Sumber : https://ditsmp.kemendikdasmen.go.id/ragam-informasi/article/jaga-kebersihan-jaga-kesehatan-di-musim-hujan