(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Kenali Cara Anak Beradaptasi Saat Bertemu Orang Baru

Admin disdikpora | 02 Oktober 2026 | 681 kali

PAUDPEDIA  Ayah, Bunda, dan Kawan PAUD, pernahkah melihat anak tiba-tiba menjadi diam ketika bertemu orang baru? Anak yang biasanya banyak bicara di rumah mendadak bersembunyi di belakang orang tua, enggan menjawab pertanyaan, atau hanya mengamati dari kejauhan. Situasi seperti ini terkadang membuat orang tua khawatir. Tidak jarang anak langsung disebut pemalu, kurang berani, bahkan dianggap tidak pandai bersosialisasi. Padahal, diam ketika berada di lingkungan atau bersama orang yang belum dikenal tidak selalu berarti ada masalah pada kemampuan sosial anak.

1. Pahami bahwa Setiap Anak Memiliki Cara Beradaptasi Yang Berbeda Ada anak yang dapat langsung menyapa dan bermain beberapa menit setelah bertemu orang baru. Ada pula yang memilih melihat-lihat terlebih dahulu sebelum akhirnya merasa nyaman. Perbedaan ini dapat berkaitan dengan temperamen anak. Sebagian anak memang cenderung lebih berhati-hati ketika menghadapi orang, tempat, atau situasi baru. Mereka membutuhkan waktu untuk mengamati lingkungan sebelum memutuskan untuk mendekat dan berinteraksi.

2. Berikan Waktu untuk Mengamati Ketika memasuki lingkungan baru, anak mungkin memilih berdiri dekat orang tua sambil memperhatikan siapa saja yang berada di sana dan apa yang sedang dilakukan. Tidak perlu buru-buru mengatakan, “Ayo, jangan malu!” atau langsung mendorong anak untuk bersalaman dan berbicara. Berikan kesempatan baginya untuk mengenali situasi. Kehadiran orang dewasa yang tenang dapat menjadi tempat aman bagi anak sambil perlahan membangun keberanian untuk berinteraksi.

3. Mulai dari Interaksi yang Sederhana Anak tidak harus langsung bermain bersama banyak teman. Orang tua dapat membantu melalui langkah kecil, misalnya mengajak anak mengucapkan salam, bermain bersama satu anak terlebih dahulu, atau melakukan kegiatan yang disukainya bersama orang lain. Kesempatan berinteraksi yang menyenangkan membantu anak memperoleh pengalaman sosial tanpa merasa terlalu tertekan.

4. Hindari Memberikan Label “Pemalu” Ucapan seperti, “Dia memang pemalu,” mungkin terdengar sederhana. Namun, jika terus diulang di depan anak, label tersebut dapat menjadi cara anak memandang dirinya sendiri. Lebih baik ceritakan perilakunya secara apa adanya, misalnya, “Dia sedang melihat-lihat dulu. Biasanya kalau sudah nyaman, dia mulai ikut bermain.”

Kapan Perlu Lebih Waspada?

Orang tua perlu mengamati jika anak secara terus-menerus menghindari interaksi hingga mengganggu kegiatan sehari- hari, mengalami ketakutan atau tekanan yang kuat ketika harus bertemu orang lain, atau kesulitan berinteraksi terjadi secara konsisten di berbagai lingkungan.

Dalam kondisi tersebut, orang tua dapat berdiskusi dengan guru dan, bila diperlukan, berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk memahami kebutuhan anak lebih lanjut.

Bersosialisasi bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat menyapa. Ada anak yang langsung masuk ke dalam permainan, ada pula yang perlu berdiri di tepi sebentar untuk mengenali situasi. Yang dibutuhkan anak bukan dorongan untuk menjadi paling berani, tetapi rasa aman dan kesempatan untuk beradaptasi dengan kecepatannya sendiri.

Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/kenali-cara-anak-beradaptasi-saat-bertemu-orang-baru?ref=MzM2MC1hY2FhODBiOQ&ix=NDctOTUyYzA2MGM