(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Kembali Ceria Melalui Bermain: Ciptakan Ruang Aman Anak Pasca Bencana

Admin disdikpora | 14 Januari 2026 | 243 kali

PAUDPEDIA--Indonesia adalah negara yang rawan bencana. Gempa bumi, banjir. letusan gunung api, hingga tanah longsor kerap datang tanpa

peringatan. Saat bencana terjadi, perhatian kita sering tertuju pada kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur. Namun, ada satu dampak yang

sering luput dari perhatian, yaitu luka psikologis pada anak usia dini.

Bagi anak-anak, bencana bukan Sekadar peristiwa alam. Kehilangan rumah, terpisah dari keluarga. suasana pengungsian yang tidak nyaman. 

serta ingatan menakutkan dapat meninggalkan trauma mendalam. Meski secara fisik tampak baik-baik saja, secara emosional anak bisa

mengalami ketakutan, kecemasan, sulit tidur, bahkan menarik diri dari lingkungan sekitar. Lalu apa yang perlu kita perhatikan untuk membantu

mereka? 


1. Pemulihan Anak Tidak Cukup dengan Bantuan Fisik

Pemulihan pasca bencana bukan hanya soal membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga memulihkan rasa aman dan kondisi

psikologis anak-anak. Anak usia dini belum mampu mengekspresikan perasaan traumatisnya dengan kata-kata. Mereka membutuhkan

cara yang alami dan sesuai dengan dunianya untuk pulih. Di sinilah bermain memiliki peran yang sangat penting.


2. Penting Memberikan Ruang Bermain sebagai Sarana Pemulihan Anak

Kehadiran ruang bermain (play space/playroom) sangat membantu proses pemulihan anak pasca bencana. Bermain bukan sekadar

aktivitas pengisi waktu, tetapi merupakan cara anak mengekspresikan emosi, mengolah pengalaman, dan membangun kembali rasa

aman.


Melalui bermain:

" Anak dapat menyalurkan rasa takut dan cemas secara alami

" Anak kembali merasakan rutinitas yang menyenangkan

" Anak belajar berinteraksi dan membangun kembali hubungan sosial

" Anak perlahan memperoleh kembali rasa aman dan percaya diri

Aktivitas seperti bermain pasir. air, menggambar, bermain peran, atau permainan gerak sederhana terbukti membantu anak menenangkan

diri dan mempercepat proses pemulihan psikologis. Ruang bermain ramah anak menjadi bagian penting dari layanan pasca bencana,

terutama di lokasi pengungsian.

Ruang bermain yang aman, sederhana, dan terkelola dengan baik dapat menjadi:

" media pemulihan trauma

" sarana pendampingan psikososial

" ruang tumbuh kembang anak di tengah situasi darurat

Kehadiran pendidik, relawan, atau konselor yang memahami dunia anak akan semakin memperkuat manfaat ruang bermain ini.


3. Jadikan Pemulihan Tanggung Jawab Bersama 

Pemulihan anak pasca bencana bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, lembaga pendidikan, relawan. dan masyarakat

perlu bekerja sama memastikan bahwa kebutuhan psikologis anak terpenuhi. Anak tidak boleh menjadi korban yang "terlupakan" dalam

proses pemulihan bencana. 

Jadi mari saling bekerja sama mengembalikan senyum anak-anak kita yang tertimpa bencana. Bergandeng tangan mengembalikan rasa

aman nyaman mereka. Bermain mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan anak untuk dapat

beraktivitas kembali dengan aman, menyenangkan, dan penuh harapan. 

Sumber : https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/galeri-ceria/ruang-artikel/kembali-ceria-melalui-bermain-ciptakan-ruang-aman-anak-pasca-bencana?ref=Mjc3MS1mOTNmMTZmYQ&ix=NDctNGJkMWM0YjQ