PLT. KADI ARIADI PIMPIN RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN PENGADAAN BANTUAN SERAGAM SEKOLAH BAGI SISWA KURANG MAMPU
Singaraja, Jumat 10 Januari 2025 | DISDIKTODAY
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP, M.A.P., memimpin Rapat koordinasi pengadaan seragam sekolah bagi siswa miskin jenjang TK, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertempat di ruang rapat Kepala Dinas, Jumat (10/25).
Pada kesempatan ini Plt. Kepala Dinas Ariadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kerja Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terpilih periode 2025-2030, dengan salah satu visi menjamin dengan tersedianya fasilitas dan layanan pendidikan yang merata, terjangkau, adil dan berkualitas salah satunya dengan memberikan seragam sekolah gratis bagi siswa tidak mampu (yang masuk data penduduk miskin di Desa).
Selanjutnya, penyempurnaan data agar tidak terjadi Miss data terkait dengan berapa jumlah orang siswa/siswi yang berhak memperoleh seragam sekolah juga perlu dicermati. Prioritas utama diberikan kepada siswa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang merupakan kategori keluarga miskin maupun ) maupun yang termasuk di data P3KE (Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem). Pemberian bantuan pakaian akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026 dengan sasaran pertama adalah siswa kelas 1 dengan estimasi anggaran untuk program ini mencapai Rp 5,6 miliar.
Bantuan pakaian yang akan diberikan meliputi pakaian lengkap, mulai dari topi, baju merah putih untuk SD, putih biru untuk tingkat SMP, seragam Pramuka, hingga tas sekolah. Program ini dirancang untuk mendukung anak-anak di daerah tersebut agar dapat memulai pendidikan dengan perlengkapan yang layak dan sesuai dengan standar.Proses pengadaan pakaian ini akan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal ini sesuai dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dan memastikan kualitas produk yang disediakan.
Koordinasi dari semua pihak lebih intens lagi baik mulai dari pembuatan SK Bupati, perencanaan anggaran, proses pengadaan, barang diterima oleh sekolah - sekolah hingga terdistribusi dengan benar ke siswa maupun siswi bersangkutan.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa meskipun tantangan dalam pengadaan ini cukup besar, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan tersebut dapat disalurkan dengan efisien dan tepat sasaran. "Kami ingin program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi siswa yang membutuhkan, sesuai dengan harapan Bupati Buleleng terpilih untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Buleleng," jelasnya
Sementara itu, Proses pengadaan pakaian ini akan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal ini sesuai dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dan memastikan kualitas produk yang disediakan.