(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

SINERGI DISDIKPORA DAN BRIDA BULELENG: PERSIAPAN PENYUSUNAN RIPP DEMI PENDIDIKAN BERKUALITAS

Admin disdikpora | 06 April 2026 | 291 kali

SINERGI DISDIKPORA DAN BRIDA BULELENG: PERSIAPAN PENYUSUNAN RIPP DEMI PENDIDIKAN BERKUALITAS 


Singaraja, Senin 6 April 2026 DisdikToday

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk merancang masa depan pendidikan yang lebih baik. Mewakili Kepala Disdikpora, Perencana Ahli Muda, Gede Wardana, S.Kom. bersama Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD, PNF, dan Pendidikan Dasar, Ni Luh Putu Lasmini, S.H.,M.Pd., menghadiri rapat koordinasi di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng pada Senin, 6 April 2026.


Pertemuan ini secara khusus membahas penyamaan persepsi awal dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RIPP) Kabupaten Buleleng.

RIPP diproyeksikan menjadi instrumen strategis yang memayungi seluruh arah kebijakan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Buleleng selama lima tahun ke depan. Disusun oleh BRIDA Kabupaten Buleleng bersama tim peneliti dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, dokumen ini akan memperkuat Rencana Strategis (Renstra) Disdikpora periode 2025-2029 karena berbasis pada kajian akademis dengan pendekatan teknokratik.


Pertemuan dibuka secara resmi oleh Sekretaris BRIDA Kabupaten Buleleng, dr. I Ketut Wika. Selain tim teknis dari Disdikpora, hadir pula tim fasilitasi BRIDA serta tim peneliti Undiksha yang dipimpin oleh Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suastika memaparkan poin-poin penting yang tertuang dalam kerangka acuan kerja kepada seluruh peserta.


Menanggapi pemaparan tersebut, perwakilan Disdikpora memberikan pandangan dan masukan mengenai dinamika pendidikan di Kabupaten Buleleng selama lima tahun terakhir. Fokus utama yang ditekankan mencakup sejumlah tantangan mendesak, seperti pemenuhan kebutuhan guru dan perbaikan sarana prasarana pendidikan yang belum merata. Selain itu, tingginya angka putus sekolah dan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dipicu oleh akumulasi faktor ekonomi, rendahnya motivasi belajar, pernikahan dini, hingga hambatan kondisi geografis. Tantangan lainnya adalah upaya menekan kesenjangan capaian literasi dan numerasi siswa, guna memastikan standar kualitas pendidikan di Kabupaten Buleleng meningkat secara berkelanjutan.


Setelah rapat penyamaan persepsi ini, akan dijadwalkan rapat koordinasi lanjutan dengan agenda pemaparan laporan pendahuluan.