Workshop Review Kurikulum dan Penguatan Pembelajaran Mendalam Berbasis PID Resmi Dibuka di SMP Negeri 1 Sawan
Sawan, Selasa, 7 Juli 2026 | Disdiktoday
Dalam upaya memperkuat implementasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Review Kurikulum dan Penguatan Pembelajaran Mendalam Berbasis Papan Interaktif Digital (PID) yang secara resmi dibuka di SMP Negeri 1 Sawan, Selasa (7/7).
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik (Kuserdik) SMP, I Nyoman Yasa, S.Pd., M.Pd., hadir sekaligus membuka kegiatan yang diikuti oleh unsur komite sekolah, kepala sekolah, guru, dan siswa SMP Negeri 1 Sawan.
Workshop ini dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 7 hingga 10 Juli 2026, dengan menggunakan pola in class dan on class. Kegiatan menghadirkan narasumber dari unsur Pengawas Manajerial serta guru-guru SMP Negeri 4 Singaraja yang telah memiliki pengalaman dalam implementasi pembelajaran berbasis teknologi digital.
Dalam laporannya, Kepala SMP Negeri 1 Sawan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat pesat membuka peluang besar bagi dunia pendidikan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan interaktif. Sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Salah satu inovasi yang kini mulai dioptimalkan adalah pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai media pembelajaran. Teknologi ini memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai sumber belajar digital, media visual, simulasi, video pembelajaran, kuis interaktif, hingga aktivitas kolaboratif dalam satu platform yang mendukung pembelajaran secara menyeluruh.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kasi I Nyoman Yasa, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa penguatan kurikulum harus berjalan seiring dengan transformasi pembelajaran yang mendalam (*deep learning*). Guru diharapkan tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, tetapi mampu mengintegrasikannya ke dalam strategi pembelajaran yang efektif sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, Disdikpora Kabupaten Buleleng berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta mewujudkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Buleleng.