(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Menjawab Keresahan Generasi Muda, Disdikpora Bahas Mapel Agama Hindu Dan Bahasa Bali Di Kedasih Bali Utara

Admin disdikpora | 16 Mei 2026 | 247 kali

Menjawab Keresahan Generasi Muda, Disdikpora Bahas Mapel Agama Hindu Dan Bahasa Bali Di Kedasih Bali Utara
Singaraja, 16 Mei 2026 | DISIKTODAY
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, perhatian terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual menjadi isu yang semakin relevan. Kekhawatiran generasi muda terhadap keberlangsungan Pendidikan Agama Hindu dan Bahasa Bali menjadi salah satu topik penting yang kini mendapat sorotan bersama. Berangkat dari keresahan tersebut, Kolaborasi Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (PC KMHD) serta Penyuluh Agama Hindu di Kabupaten Buleleng mengundang Disdikpora Kabupaten Buleleng untuk berdiskusi mengenai permasalahan tersebut.
Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Wantilan Pura Jagatnatha Singaraja, telah dilaksanakan kegiatan Kelompok Diskusi Asyik Intelektual Hindu (Kedasih Bali Utara) dengan mengusung tema “Pendidikan Agama Hindu dan Bahasa Bali yang Semakin Termarginalkan.” Kegiatan ini menjadi forum untuk membahas tantangan sekaligus masa depan dua mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya dan spiritual masyarakat Bali.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, hadir Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Putu Primasuta, S.Sn, M.Pd, didampingi oleh Analis Sumber Daya Manusia Aparatur, Ketut Suci Maryanti, SE. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Kedasih Bali Utara, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H, dengan peserta diskusi terdiri atas perwakilan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) serta para penyuluh Agama Hindu di Kabupaten Buleleng.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, seiring banyaknya pandangan kritis yang disampaikan peserta mengenai posisi Pendidikan Agama Hindu dan Bahasa Bali di tengah sistem pendidikan modern.
Dalam diskusi tersebut, salah satu pokok bahasan yang mengemuka adalah keresahan generasi muda terhadap eksistensi kedua mata pelajaran tersebut yang dinilai semakin terpinggirkan dibandingkan mata pelajaran lainnya. Menanggapi hal itu, Kabid Primasuta menjelaskan bahwa persepsi termarginalkan tersebut dapat muncul karena secara administratif kedua mata pelajaran memang memperoleh alokasi waktu yang relatif lebih sedikit.
Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa pemerintah daerah telah menyampaikan kebutuhan formasi guru ASN kepada instansi terkait untuk diteruskan ke pemerintah pusat. Namun, jumlah formasi yang nantinya disetujui tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sebagai langkah konkret mengatasi kekurangan guru, Disdikpora Kabupaten Buleleng telah mengambil sejumlah strategi, diantaranya melalui redistribusi guru ke sekolah yang lebih membutuhkan, serta penerapan skema asisten guru. Selain itu, upaya penguatan eksistensi Pendidikan Agama Hindu dan Bahasa Bali juga terus dilakukan melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru, workshop pendidikan, serta keterlibatan aktif dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) setiap tahunnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber, dilanjutkan sesi foto bersama antara peserta dan panitia. Melalui kegiatan ini, diharapkan optimisme generasi muda terhadap eksistensi Pendidikan Agama Hindu dan Bahasa Bali dapat terus tumbuh dan semakin kuat di tengah tantangan zaman