SPATSIKU Bergerak, Disdikpora Buleleng Pastikan Setiap Anak Punya Kesempatan Bersekolah
Sukasada, Selasa 27 Oktober 2026 | Disdiktoday
Sebagai wujud komitmen nyata dalam mengoptimalkan Sistem Penanganan Anak Tidak Sekolah Inklusif (SPATSIKU), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng terus bergerak cepat.
Setelah sukses menggelar Rapat Konsolidasi Data dan Pola Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) bersama jajaran perangkat daerah, Kemenag, serta 22 perwakilan desa dan kelurahan, Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., didampingi Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Komang Sudarsana, S.Pd., M.Pd.,langsung melakukan kunjungan lapangan ke PKBM Include Us Bali di Dusun Lebah Siung, Desa Panji Anom, Selasa (27/10).
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan proses penanganan ATS di tingkat satuan pendidikan berjalan efektif, khususnya dalam penyediaan akses yang ramah dan inklusif. PKBM Include Us Bali menjadi salah satu contoh praktik baik pusat kegiatan belajar masyarakat yang menyelenggarakan layanan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C secara inklusif bagi masyarakat.
Dalam peninjauannya, Kadis Gus Surya melihat langsung bagaimana pembelajaran berdiferensiasi benar-benar diterapkan di kelas. Setiap peserta didik termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan anak yang kembali bersekolah setelah sempat putus sekolah mendapatkan proses belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, serta tingkat kemampuannya masing-masing.
Tak hanya itu, PKBM Include Us Bali juga memegang peran krusial dalam merangkul anak-anak yang berada di shelter atau rumah aman. Layanan ini diberikan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan mereka, sehingga anak-anak dalam kondisi rentan tetap mendapatkan hak belajar dan perlindungan secara komprehensif tanpa terputus.
"Penanganan ATS melalui SPATSIKU tidak hanya berhenti pada pemutakhiran data di tingkat desa dan kelurahan, tetapi harus berlanjut hingga memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang tepat. Apa yang diterapkan di PKBM Include Us Bali mulai dari pembelajaran berdiferensiasi hingga pendampingan anak-anak di rumah aman membuktikan bahwa pendekatan inklusif mampu merangkul setiap anak tanpa terkecuali," ujar Kadis Gus Surya di sela-sela kunjungannya.
Kunjungan ini memperkuat hasil rapat konsolidasi yang diselenggarakan Disdikpora bersama Dinas Sosial dan PPPA, DPMDPPKB, Kemenag Buleleng, serta perwakilan desa/kelurahan.
Melalui integrasi program inovasi SPATSIKU dan penguatan peran satuan pendidikan nonformal seperti PKBM Include Us Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis seluruh anak yang belum mengenyam pendidikan dapat terlayani dengan baik demi masa depan yang lebih cerah.