Sosialisasi Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Buleleng
Singaraja, Jumat 8 Mei 2026 | Disdiktoday
Dalam upaya memperkuat kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sekaligus meningkatkan profesionalisme aparatur pendidikan, Balai Bahasa Provinsi Bali menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Acara ini berlangsung khidmat di Aula SMKN 2 Singaraja pada Jumat (8/5).
Kegiatan ini merupakan pengejawantahan tugas pokok dan fungsi Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Fokus utamanya adalah menjalankan misi pengembangan, pembinaan, serta pelindungan bahasa dan sastra di wilayah Provinsi Bali.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Putu Primasuta, S.Sn., M.Pd., Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan GTK menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan (tendik) sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah bahasa nasional.
Peserta kegiatan berjumlah 70 orang yang terdiri dari 40 Guru jenjang Sekolah Dasar (SD), 10 Guru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), 10 Tenaga Kependidikan jenjang SD dan 10 Tenaga Kependidikan jenjang SMP.
Penyelenggaraan sosialisasi ini didasari oleh empat tujuan strategis yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan di lingkungan satuan pendidikan seperti Penguatan Kompetensi Bahasa Baku, Penunjang Tugas ProfesiImplementasi Amanat Undang-Undang nomor 24 Tahun 2009, di mana sekolah sebagai instansi publik wajib mengutamakan Bahasa Indonesia dalam seluruh dokumen dan komunikasi resmi demi menjaga wibawa bahasa negara serta Peningkatan Mutu dan Citra Sekolah
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bali berharap tercipta ekosistem pendidikan di Kabupaten Buleleng yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga unggul dalam budaya literasi. Guru yang memiliki kemampuan bahasa yang baik akan menghasilkan siswa dengan kemampuan literasi yang baik pula.