(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Pemetaan SPATSIKU Diperkuat, Buleleng Optimalkan Pendataan dan Penanganan ATS

Admin disdikpora | 22 Oktober 2026 | 12 kali

Pemetaan SPATSIKU Diperkuat, Buleleng Optimalkan Pendataan dan Penanganan ATS


Singaraja, Kamis, 22 Oktober 2026 | Disdiktoday


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Rapat Konsolidasi Data dan Pola Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Pemetaan Support System Sistem Penanganan Anak Tidak Sekolah Inklusif (SPATSIKU) Kabupaten Buleleng, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut sosialisasi daring SPATSIKU yang telah berlangsung pada 25 September 2026.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.A.P. 


Rapat ini melibatkan unsur  perangkat daerah seperti Dinas Sosial dan PPPA, Dinas DPMDPPKB,Kemenag Buleleng, serta 22 perwakilan pemerintah desa dan kelurahan. 


Rapat konsolidasi ini bertujuan memperkuat peran pemerintah desa dan kelurahan dalam pendataan serta penanganan anak tidak sekolah, sekaligus meningkatkan akses layanan dan rujukan pendidikan bagi anak-anak yang belum mengenyam pendidikan. Adapun topik utama yang dibahas adalah “Penguatan Peran Pemerintah Desa/Kelurahan dalam Pendataan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)”.


Dalam arahannya, Putu Ariadi Pribadi menyampaikan bahwa melalui pemetaan Support System SPATSIKU, Pemerintah Kabupaten Buleleng berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan.


Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., dalam pemaparannya menjelaskan kondisi terkini Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Buleleng, tujuan penerapan SPATSIKU, serta sistem dan pola penanganan ATS yang dilakukan secara terpadu.


Selain itu, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng membahas penguatan peran pemerintah desa dan kelurahan dalam pendataan serta penanganan ATS. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kabupaten Buleleng, Komang Sudarsana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi mengenai praktik inovasi JOSS Buleleng dalam mendukung akses layanan dan rujukan pendidikan.


Melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab, kegiatan ini diharapkan mampu menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani permasalahan anak tidak sekolah. Rapat juga diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama dan rencana tindak lanjut yang konkret, khususnya dalam pemutakhiran data, pemetaan permasalahan, serta penyusunan strategi penanganan ATS secara terpadu dan berkelanjutan.


Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap upaya penanganan Anak Tidak Sekolah dapat berjalan lebih optimal, sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk kembali mengakses pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.