TEGASKAN PENGADAAN BARANG YANG BERSIH DAN WASPADAI CUACA EKSTREM, DISDIKPORA BULELENG MATANGKAN PROGRAM 2026
Singaraja, 13 Januari 2026 | DISDIKTODAY
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan rapat evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Disdikpora Kabupaten Buleleng ini diikuti oleh Koordinator Wilayah Kecamatan Disdikpora, K3S TK dan SD, serta MKKS tingkat kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Buleleng. Hadir pula para Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta Jabatan Fungsional penyetaraan urusan pendidikan di lingkungan Disdikpora Kabupaten Buleleng.
Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P. Dalam sambutannya, Kadis Gus Surya mengingatkan seluruh peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan terjadi. Ia menyampaikan bahwa Disdikpora telah mengambil kebijakan agar sekolah yang terdampak bencana dapat melaksanakan pembelajaran secara daring atau mandiri, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Selain itu, Kadis Gus Surya meminta agar setiap kerusakan sarana dan prasarana akibat cuaca buruk segera dilaporkan ke BPBD dan ditembuskan ke Disdikpora untuk dapat diusulkan penanganannya secara cepat dan tepat. Selain itu, Ia juga menegaskan sejumlah program prioritas tahun 2026, di antaranya pemberian seragam bagi siswa kurang mampu, pengadaan perangkat TIK, revitalisasi sekolah, serta keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat dikomunikasikan dengan baik kepada yang berwenang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pengadaan oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Buleleng, Luh Putu Adi Ariwati, S.E., M.Pd. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi terbaru dalam proses pengadaan di sekolah. Selain itu, Sekdisdikpora mengingatkan agar seluruh satuan pendidikan menerapkan prinsip pengadaan yang efisien, efektif, memberdayakan UMKM, tidak ada monopoli serta menjunjung komitmen No Mark Up, No Suap, dan No Fiktif, sehingga lebih siap menghadapi audit yang sewaktu-waktu bisa datang. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga etika birokrasi, termasuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial.
Apabila ada permasalahan yang dihadapi di sekolah agar segera dikoordinasikan dengan Disdikpora untuk dicarikan solusi bersama. Rapat ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas di Kabupaten Buleleng