(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Disdikpora Buleleng Hadiri Rakor Pencegahan Kekerasan Anak: SMPN 1 Sukasada dan SMAN 1 Singaraja Jadi Lokus Sosialisasi

Admin disdikpora | 11 Maret 2026 | 94 kali

Disdikpora Buleleng Hadiri Rakor Pencegahan Kekerasan Anak: SMPN 1 Sukasada dan SMAN 1 Singaraja Jadi Lokus Sosialisasi


Denpasar, Rabu 11 Maret 2026 I Disdiktoday


Dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Kasi Kuserdik SMP I Nyoman Yasa, S. Pd., M. M., beserta staf menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/3), bertempat di Ruang Rapat Yudistira, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali.


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak, mengingat tantangan sosial yang semakin kompleks.


Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis terkait teknis pelaksanaan sosialisasi di lapangan. 


Dilakukan diskusi mendalam mengenai tren tindak kekerasan anak di Provinsi Bali yang saat ini banyak menyasar siswa pada jenjang SMP dan SMA/SMK.Untuk jenjang SMP, sosialisasi akan dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 berlokasi di SMP Negeri 1 Sukasada dan jenjang SMA/SMK, sosialisasi dijadwalkan pada Senin, 6 Juli 2026 berlokasi di SMA Negeri 1 Singaraja


Selain agenda sosialisasi, rapat juga membahas keberlanjutan Program Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai langkah preventif jangka panjang. Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan dilibatkan secara lebih intensif pada pertemuan berikutnya untuk menyinkronkan program penguatan karakter siswa.


Melalui kolaborasi ini, diharapkan satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng mampu mengidentifikasi potensi kekerasan sejak dini dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh peserta didik.