Perkuat Mutu Pendidikan, SMP Negeri 3 Busungbiu Gelar Workshop SPMI, Literasi Numerasi dan Digitalisasi Pembelajaran
Admin disdikpora | 02 September 2026 | 13 kali
Perkuat Mutu Pendidikan, SMP Negeri 3 Busungbiu Gelar Workshop SPMI, Literasi Numerasi dan Digitalisasi Pembelajaran
Busungbiu, Rabu 2 September 2026 | Disdiktoday
Dalam upaya memperkuat mutu dan tata kelola satuan pendidikan, SMP Negeri 3 Busungbiu menyelenggarakan Workshop Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran melalui pemanfaatan Dana BOS Kinerja Tahun 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kasi Kuserdik SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, I Nyoman Yasa, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili Kepala Dinas.
Workshop dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu, 2 September hingga Jumat, 4 September 2026. Kegiatan menghadirkan pengawas dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng selaku fasilitator daerah. Peserta workshop terdiri atas Kepala Sekolah, guru, serta pegawai SMP Negeri 3 Busungbiu.
Dalam kesempatan tersebut, Disdikpora Kabupaten Buleleng menyampaikan apresiasi kepada SMP Negeri 3 Busungbiu atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas satuan pendidikan. Dari 70 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Buleleng, terdapat tujuh sekolah yang memperoleh Dana BOS Kinerja Tahun 2026, dan SMP Negeri 3 Busungbiu merupakan salah satu sekolah penerima.
Menurutnya, pemanfaatan Dana BOS Kinerja hendaknya benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas satuan pendidikan. Karena itu, pemilihan materi workshop dinilai sangat tepat, khususnya penguatan SPMI yang diharapkan dapat menjadi budaya dalam pengelolaan sekolah. Setiap program pendidikan perlu dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan nyata, serta diikuti dengan perbaikan secara berkelanjutan.
Penguatan literasi dan numerasi juga harus terus dilakukan melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Proses pembelajaran diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kemampuan memecahkan berbagai persoalan. Sementara itu, digitalisasi pembelajaran perlu dimanfaatkan secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas sumber belajar, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru maupun peserta didik