(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Semarak Pelestarian Budaya dalam Lomba Mesatua Bali K3S TK Kecamatan Buleleng

Admin disdikpora | 27 Februari 2026 | 200 kali

Semarak Pelestarian Budaya dalam Lomba Mesatua Bali K3S TK Kecamatan Buleleng



Singaraja, Jumat 27 Februari 2026 l Disdiktoday


Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) TK Kecamatan Buleleng menyelenggarakan Lomba Mesatua Bali pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Aula Korwil Kecamatan Buleleng. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat, makna, dan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya Bali melalui dunia pendidikan anak usia dini.


Sebanyak 16 peserta dari guru TK yang merupakan perwakilan dari masing-masing gugus TK di Kecamatan Buleleng ambil bagian dalam lomba ini. Setiap peserta menampilkan kemampuan mesatua dengan penuh penghayatan, menghadirkan kisah-kisah tradisional Bali yang kaya akan pesan moral, nilai karakter, dan kearifan lokal.


Ketua panitia, Desak Putu Sri Yulistiawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata pelestarian budaya Bali sekaligus peningkatan kompetensi guru TK, khususnya dalam keterampilan mesatua. Menurut beliau, mesatua bukan sekadar bercerita, tetapi merupakan media edukatif yang sarat nilai, yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran untuk menanamkan karakter positif sejak usia dini.


Mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, sambutan sekaligus apresiasi disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Komang Sudarsana, S.Pd., M.Pd.


Dalam sambutannya, dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat strategis dalam menghadirkan pendidikan yang berakar pada budaya Bali.


“Ini merupakan langkah awal dari kegiatan-kegiatan selanjutnya yang mengakar pada Budaya Bali yang sarat makna dan nilai yang bisa dibawa ke kelas dalam upaya penanaman karakter anak-anak menuju generasi yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.



Lebih lanjut,  Kabid Sudarsana juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada panitia yang mampu menyelenggarakan kegiatan ini melalui pendekatan berbasis aset, sehingga seluruh potensi yang ada dapat dimaksimalkan dan kegiatan terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh makna.



Melalui Lomba Mesatua Bali ini, diharapkan para guru semakin terampil menghidupkan cerita-cerita tradisional di ruang kelas, sehingga anak-anak tidak hanya belajar bahasa daerah, tetapi juga menyerap nilai kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan cinta terhadap budaya sendiri. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme guru.


Bulan Bahasa Bali pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi dan aksi nyata untuk terus menumbuhkan generasi Bali yang cerdas, berkarakter, dan berakar kuat pada budayanya.