Pendidikan Muatan Lokal Buleleng Jadi Percontohan Kabupaten Simalungun Sumatera Utara
Singaraja, Senin 11 Mei 2026 I Disdiktoday
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menerima kunjungan kerja dari jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (11/5). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kadisdikpora Buleleng ini bertujuan untuk mendalami strategi pengembangan kurikulum muatan lokal yang telah sukses diterapkan di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng.
Dalam penerimaan tersebut, Kadisdikpora Gus Surya didampingi oleh Kasi Kurikulum dan Peserta Didik (Kuserdik) SD, I Ketut Agus Susilawan, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, rombongan dari Kabupaten Simalungun dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Dipa Ben Kharisma Taringan, SH.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Simalungun, Dipa Ben Kharisma Taringan, menyampaikan bahwa fokus utama studi banding ini adalah mempelajari bagaimana kurikulum muatan lokal di Bali dapat dikemas secara sistematis dan terintegrasi dengan kearifan lokal. Pihaknya menilai Bali memiliki kemiripan struktur kebudayaan yang kuat yang bisa diadaptasi untuk memperkaya kurikulum di Kabupaten Simalungun.
"Kami melihat muatan lokal di Buleleng sudah memiliki wadah yang sejalan dengan kebijakan di tingkat Provinsi. Karena genre kebudayaan kita berada dalam satu rumpun, kami ingin melihat gambaran besar bagaimana hal tersebut diimplementasikan agar bisa kami terapkan di daerah kami," ujar Dipa Ben Kharisma.
Menanggapi hal tersebut, Kadisdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menjelaskan bahwa keberhasilan pengembangan muatan lokal di Bali tidak terlepas dari adanya payung hukum yang kuat. Salah satu instrumen penting yang menjadi rujukan adalah Peraturan Gubernur (Pergub) Bali terkait Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali.
"Muatan lokal di Buleleng, khususnya Bahasa Bali, telah menjadi kegiatan formal di sekolah-sekolah. Hal ini didukung sepenuhnya oleh regulasi tingkat provinsi yang menyatukan visi seluruh kabupaten/kota di Bali dalam melestarikan jati diri budaya melalui pendidikan," jelas Gus Surya.
Lebih lanjut, dalam diskusi tersebut dipaparkan bagaimana teknis pengajaran bahasa dan aksara di sekolah tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi. Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun dalam menyusun kurikulum muatan lokal yang lebih berkarakter dan terorganisir secara formal.