Pasca Banjir Bandang, Disdikpora Buleleng Tinjau Kerusakan di SDN 5 Banjar
Banjar, Sabtu 7 Maret 2026 I Dissiktoday
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Luh Putu Adi Ariwati, SE., M.Pd., melakukan peninjauan langsung ke SDN 5 Banjar pada Sabtu (7/3).
Kunjungan lapangan ini dilakukan guna memetakan kerusakan sarana dan prasarana sekolah pasca musibah banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Sekdis didampingi oleh Kasi Kelembagaan dan Sarpras SD, Gede Bani Purbawa, ST., M.Si., dan Kasubag umim dan Keuangan Gusti Putu Astrini, SE., M. M., untuk mendata aset pendidikan yang terdampak demi langkah percepatan pemulihan.
Berdasarkan informasi di lapangan, luapan sungai yang terjadi pada Jumat malam mengakibatkan air merendam bangunan sekolah hingga setinggi 2,5 meter atau mencapai batas jendela. Setelah air surut, kondisi sekolah cukup memprihatinkan dengan endapan lumpur setebal 0,5 meter yang menimbun halaman bawah serta sejumlah ruangan.
Beberapa titik yang mengalami kerusakan paling parah meliputi Ruang Kelas 3 Tertimbun lumpur dan merendam fasilitas belajar.MP Mengalami kerusakan pada koleksi buku dan mebel Ikut terendam material lumpur.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah aset penting sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam air dan lumpur, di antaranya Kurang lebih 50 meja siswa, 100 kursi siswa, 4 unit lemari, 4 unit rak buku, dan 7 unit meja baca.
1 unit komputer terendam sepenuhnya. Sementara itu, 1 unit Interactive Flat Panel (IFP) dilaporkan terendam sedikit pada bagian bawah dan masih dalam tahap pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakannya.
Meskipun kondisi sekolah cukup terdampak, pihak Disdikpora memastikan bahwa rencana Simulasi TKA pada hari Selasa mendatang tetap dapat dilaksanakan.
Terkait proses normalisasi sekolah, Sekdis Dikpora menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan untuk membersihkan endapan lumpur yang cukup tebal.
"Kami saat ini sedang berkoordinasi secara intensif dengan pihak BPBD Kabupaten Buleleng dan pemerintah desa setempat untuk proses pembersihan lumpur. Fokus utama kami adalah memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan aman sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama," ujar Luh Putu Adi Ariwati di sela peninjauan.
Pihak dinas berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mempercepat proses recovery SDN 5 Banjar, sehingga siswa dapat kembali belajar dengan nyaman di ruang kelas mereka.