(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Disdikpora Buleleng Dukung Penguatan Kapasitas Sekolah melalui Pelatihan Safe School

Admin disdikpora | 09 Oktober 2026 | 4 kali

Disdikpora Buleleng Dukung Penguatan Kapasitas Sekolah melalui Pelatihan Safe School
Tejakula, Jumat, 9 Oktober 2026 | Disdiktoday
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng terus mendukung upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng hadir Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik (Kasi Kuserdik) SMP, I Nyoman Yasa, S.Pd., M.M. membuka kegiatan Pelatihan Safe School dengan tema “Penguatan Kapasitas Sekolah dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender serta Perkawinan Anak di Kabupaten Buleleng.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Poinciana Seaside Resort & Retreat Centre, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, selama tiga hari, mulai Jumat, 9 Oktober hingga Minggu, 11 Oktober 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari tiga sekolah mitra Program Tantri, yakni SMP Negeri 1 Tejakula, SMP Negeri 2 Tejakula, dan SMP Negeri 6 Tejakula.
Peserta dari masing-masing sekolah terdiri atas unsur kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Bimbingan dan Konseling (BK), guru mata pelajaran, serta staf tata usaha. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Desa Sambirenteng dan Puskesmas Tejakula I, masing-masing satu orang, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sekolah, masyarakat, dan layanan kesehatan dalam perlindungan anak.
Dalam sambutannya, perwakilan Disdikpora Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa kegiatan Safe School sejalan dengan prioritas pembangunan pendidikan di Kabupaten Buleleng, khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, berkarakter, aman, serta memberikan perlindungan terhadap anak.
Sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Tidak hanya sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran, sekolah juga harus menjadi ruang yang mampu memberikan perlindungan, membangun karakter, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta mengembangkan budaya yang menolak segala bentuk kekerasan.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mengenali potensi dan tanda-tanda kekerasan, memberikan respons awal yang tepat, memperkuat mekanisme pengaduan dan rujukan, serta menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah diharapkan semakin siap dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender serta perkawinan anak.
Pada kesempatan tersebut, Disdikpora Kabupaten Buleleng juga menyampaikan apresiasi kepada PKBI Daerah Bali melalui Program Tantri atas kolaborasi dan kepeduliannya dalam mendukung terciptanya satuan pendidikan yang aman bagi anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara satuan pendidikan, pemerintah desa, layanan kesehatan, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan anak di Kabupaten Buleleng.