Perkuat Transisi Pendidikan, Disdikpora Buleleng Ikuti Bimtek Strategi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Denpasar, Kamis 16 April 2026 | Disdiktoday
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran perwakilan Disdikpora Buleleng dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Substansi dan Strategi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali pada 13–15 April 2026.
Dalam kegiatan strategis tersebut, Disdikpora Buleleng diwakili oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD, Eka Titi Suryani, S.P., M.Pd., bersama Ketua K3S PAUD Kabupaten Buleleng, Ni Ketut Muliadi, S.Pd. AUD.
Acara yang diinisiasi oleh Direktorat PAUD, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Umum BPMP Provinsi Bali, Roni Karsidi, S.H., M.Si.
Bimtek ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh wilayah. Fokus utamanya adalah menyelaraskan langkah dalam mengimplementasikan kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah agar berjalan efektif di tingkat daerah.
Perwakilan Direktorat PAUD, Agustinus B. Pramono, S.E., M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi strategis guna memastikan setiap anak usia 5–6 tahun mendapatkan hak pendidikannya.
"Target utama kita adalah perluasan akses dan peningkatan mutu layanan. Melalui penyusunan strategi kebijakan yang matang serta pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP), kita ingin memastikan masa prasekolah menjadi jembatan yang kuat bagi anak-anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar," jelas Agustinus B. Pramono.
Keikutsertaan Disdikpora Buleleng dalam bimtek ini diharapkan mampu membawa skema baru dalam pendampingan satuan pendidikan PAUD di Kabupaten Buleleng.
Penguatan substansi yang didapat selama tiga hari pelatihan akan menjadi acuan dalam menyusun langkah teknis di lapangan, mulai dari pemetaan peserta didik hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD.
Dengan penguatan strategi wajib belajar ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis dapat menciptakan generasi emas yang lebih siap secara mental dan akademik, sekaligus mendukung program nasional dalam membentuk budaya literasi dan karakter sejak dini.