"SIAP" Bukan Sekadar Sistem, Disdikpora Buleleng Dorong Sekolah Lebih Sigap Hadapi Perundungan
Buleleng, Selasa 15 September 2026 I Disdiktoday
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) “Sinergi Pentahelix Manajemen Rujukan serta Penggunaan Sistem Informasi Anti Perundungan (SIAP)”, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua
Ketua STIKes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si., M.Kes. Ketua diikuti oleh 500 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Buleleng melalui pola daring dan luring. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah serta menangani perundungan di lingkungan satuan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Kadis Gus Surya menekankan pentingnya satuan pendidikan bergerak dari pola penanganan yang bersifat reaktif menuju deteksi dini. Hal ini dinilai penting karena bentuk perundungan terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga dapat terjadi secara verbal, sosial maupun melalui ruang digital.
Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjutnya, berkomitmen menghentikan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat sistem pencegahan dan penanganannya. Untuk mendukung langkah tersebut, aplikasi SIAP dipersiapkan sebagai sistem teknologi terintegrasi yang dapat membantu satuan pendidikan melakukan pencegahan, deteksi dini, penanganan, hingga manajemen rujukan kasus perundungan.
Pengembangan SIAP dilakukan melalui kolaborasi antara STIKES Buleleng, Disdikpora Kabupaten Buleleng, dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem yang lebih efektif dan terintegrasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman.
“Pencegahan dan penanganan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” tegas Kadis Gus Surya.
Melalui penerapan SIAP dan penguatan sinergi pentahelix, satuan pendidikan di Buleleng diharapkan semakin siap mengenali potensi perundungan sejak dini, mengambil langkah penanganan yang tepat, serta membangun budaya sekolah yang mengedepankan keamanan, kepedulian, dan perlindungan terhadap seluruh peserta didik.