Sinergi Disdikpora dan Inspektorat Buleleng: Perkuat Tata Kelola Lewat Manajemen Risiko dan Mitigasi Fraud 2026
Singaraja, Senin 9 Februari 2026|DISDIKTODAY
Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan Penyempurnaan Penyusunan Manajemen Risiko (MR) dan Mitigasi Fraud untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Disdikpora Buleleng ini menghadirkan Inspektorat Kabupaten Buleleng sebagai narasumber utama untuk memberikan penguatan teknis.
Mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Sekretaris Dinas Luh Putu Adi Ariwati, S.E., M.Pd., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam arahannya, dirinya menekankan bahwa penyusunan Manajemen Risiko bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen vital untuk memetakan potensi hambatan dalam mencapai target kinerja organisasi.
"Penyusunan MR dan Mitigasi Fraud yang matang akan menjadi benteng bagi kita dalam menjalankan program kerja di tahun 2026. Dengan dukungan Inspektorat, kami ingin memastikan setiap rupiah dan setiap program di sektor pendidikan dan olahraga tepat sasaran serta minim risiko penyimpangan," ujar Sekdis Adi Ariwati.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran struktural Disdikpora, mulai dari para Kepala Bidang (Kabid), Kepala Seksi (Kasi), hingga Kepala Sub Bagian (Kasubag), guna memastikan pemetaan risiko terintegrasi di seluruh lini pelayanan.
Sebagai narasumber, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Buleleng, Ni Made Susi Adnyani, SE.Ak, M.M., memberikan paparan mendalam mengenai strategi identifikasi risiko dan langkah-langkah preventif dalam meminimalisir tindak kecurangan (fraud).
Beberapa poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi Identifikasi Risiko Strategis, Analisis Dampak dan Peluang, Rencana Aksi Mitigasi, dan Budaya Anti-Kecurangan
Melalui sinergi ini, Disdikpora Kabupaten Buleleng diharapkan mampu menghasilkan dokumen Manajemen Risiko tahun 2026 yang berkualitas dan aplikatif. Hal ini menjadi krusial mengingat sektor pendidikan memiliki cakupan anggaran dan sasaran yang luas, sehingga memerlukan pengawasan serta perencanaan yang ekstra ketat.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif dan asistensi langsung terhadap draf dokumen yang sedang disusun oleh masing-masing bidang di lingkungan Disdikpora Buleleng.