(0362) 22442
disdik@bulelengkab.go.id
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

POSKO DO JENJANG SMP TAHUN 2018 MEMULAI PENDATAAN

Admin disdikpora | 23 Juli 2018 | 498 kali

POSKO DO JENJANG SMP TAHUN 2018 MEMULAI PENDATAAN

Singaraja, 20 Juli 2018 | DISDIK TODAY
Bertempat di Aula Kantor UPP Kecamatan Buleleng, berlangsung kooordinasi POSKO Drop Out Jenjang SMP Tahun 2018 dengan agenda Rapat Pendataan Siswa Drop Out se - Kabupaten Buleleng. Pertemuan yang berlangsung Jumat 20 Juli 2018 dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP, I Made Sedana, S.Pd.,M.Pd. didampingi Kasi Peserta Didik SMP, Putu Primasuta, S.Sn. Kepala UPP Kecamatan se Kabupaten Buleleng dan Ketua MKKS SMP Kecamatan se Kabupaten Buleleng.

Kabid Pembinaan SMP dalam paparannya menyampaikan bahwa POSKO-DO yang sudah berjalan sejak 2016 sudah mampu mengembalikan anak-anak Buleleng untuk bersekolah kembali. Pada tahun 2018 ini Bidang PSMP kembali menyiapkan kuota sebanyak 242 untuk siswa baru SMP yang akan diberikan bantuan berupa: 3 stel seragam, yaitu 2 stel seragam putih biru dan 1 stel seragam Pramuka. Selain itu siswa yang akan dibantu nantinya juga mendapat beasiswa sebesar Rp 1.200.000/Tahun/Siswa (satu juta dua ratus ribu rupiah per tahun per siswa). Sedangkan untuk siswa yang mengalami kesulitan akses ke sekolah, pihak Disdikpora Kabupaten Buleleng akan menyediakan fasilitas antar jemput siswa yang pada tahun ini disediakan untuk siswa SMPN 2 Sukasada, selain untuk SMPN 3 Gerokgak yang sudah berjalan sejak 2 tahun ini.

Dari identifikasi siswa yang dilakukan pihak sekolah serta UPP Kecamatan sementara ditemukan sebanyaj 55 anak DO, masing-masing 21 anak Drop Out di Kecamatan Tejakula, 32 anak di Kecamatan Seririt dan 2 anak di Kecamatan Buleleng. Sementara untuk kecamatan lain masih sedang dilakukan pendataan. Anak yang terindikasi DO tersebut didasari oleh beragam alasan, diantaranya : tidak ada niat bersekolah, kesulitan akses, sakit, dan keluar daerah. Bagi anak yang tidak mau bersekolah akan dilakukan pendekatan melalui bekerja sama dengan Kepala Desa setempat, untuk yang kesulitan akses akan ditelusuri lagi apakah dimungkinkan akses antar jemput ke rumah yang bersangkutan.