PAUDPEDIA Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, di balik anak yang aktif dan ceria, ada peran orang dewasa di sekitarnya yang memegang
peranan penting.
Aktivitas fisik merupakan berbagai gerakan tubuh yang dilakukan anak secara aktif, baik menggunakan otot besar maupun otot kecil, sehingga
anak dapat bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Aktivitas fisik pada anak usia dini bukan sekadar bergerak, tetapi juga
menjadi cara anak belajar, tumbuh, dan berkembang secara menyeluruh.
Lalu, sejauh mana peran guru dalam memfasilitasi aktivitas fisik yang bermakna bagi anak?
Yuk kita bahas berikut ini:
1. Jadilah teladan dalam menerapkan kebiasaan aktivitas fisik
Sebuah penelitian terbaru di Norwegia menunjukkan bahwa anak-anak usia 4-6 tahun cenderung lebih aktif bergerak ketika guru atau
pendampingnya juga aktif secara fisik. Guru yang mau bergerak bisa menumbuhkan semangat bergerak pada anak
Penelitian ini menemukan bahwa semakin aktif guru bergerak, semakin aktif pula anak-anak di kelasnya. Anak-anak cenderung meniru
apa yang mereka lihat. Ketika guru ikut berlari, bermain, melompat. atau bergerak bersama anak, secara tidak langsung guru sedang
mengajak anak untuk aktif. Sebaliknya, jika guru hanya berdiri, duduk, atau mengamati dari jauh, anak-anak juga cenderung kurang
bersemangat untuk bergerak.
2. Fasilitasi aktivitas fisik setiap hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak usia dini untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi
setidaknya 60 menit setiap hari. Namun, kenyataannya tidak semua anak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, terutama saat berada di
lingkungan belajar.
PAUD menjadi tempat yang sangat strategis karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. Jika lingkungan PAUD kurang
mendukung aktivitas fisik. maka kesempatan anak untuk bergerak juga semakin terbatas.
3. Pilih aktivitas yang menyenangkan, bukan hanya sekedar sehat
Menariknya. penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru yang berolahraga karena alasan senang dan gembira lebih sering mengajak
anak bergerak dibandingkan guru yang berolahraga hanya demi kesehatan atau penampilan.
Artinya, rasa senang terhadap aktivitas fisik sangat berpengaruh. Guru yang menikmati bergerak akan lebih mudah mengajak anak
bermain aktif tanpa merasa terbebani.
4. Terlibat aktif bermain bersama anak
Seringiah mengajak anak untuk bergerak. ikut bermain bersama, serta memberi dukungan pada anak yang masih pasif agar mau terlibat.
Guru juga berperan menjaga agar semua anak ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Tips ini sangat penting, terutama untuk membantu anak
yang pendiam atau kurang percaya diri agar merasa aman, nyaman, dan berani bergerak saat bermain fisik.
Ayah, Bunda dan Sobat PAUD. aktivitas fisik tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh anak, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang
bagi tumbuh kembangnya. Melalui aktivitas fisik yang rutin dan menyenangkan. anak dapat mengembangkan kemampuan motorik, menjaga
kesehatan mental dan emosional, serta membangun Kepercayaan diri. Lebih dari itu, kebiasaan bergerak sejak dini akan menanamkan gaya hidup
aktif yang dapat terbawa hingga anak tumbuh dewasa.